Praktisi Pendidikan Kotim Sambut Baik Kurikulum Baru Kemendikbudristek

IST/BERITA SAMPIT - Gambaran Kurikulum Prototipe dan Kurikulum lainnya.

SAMPIT – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan memberikan opsi kepada guru dan sekolah di Indonesia untuk menggunakan Kurikulum Prototipe, selain kurikulum 2013 dan kurikulum 2013 yang disederhanakan atau kurikulum darurat.

Praktisi Pendidikan Kotim Deny Hidayat menyambut baik opsi penerapan Kurikulum Prototipe 2022 tersebut. Kurikulum ini diyakini mampu membantu sekolah mengatasi dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) akibat tidak optimalnya pembelajaran selama dua tahun terakhir.

“Perubahan kurikulum di masa pandemi ini merupakan suatu keniscayaan, karena learning loss, adanya kurikulum prototipe ini menjadi salah satu langkah cepat Pemerintah Pusat melalui Kemdikbud Ristek dalam pemulihan proses belajar mengajar di Indonesia,” jelas Deny, Jumat 14 januari 2022.

Menurut Dia, guru dan sekolah memang harus terus belajar, karena guru telah dibekali dengan kompetensi yang adaptif dan kolaboratif untuk cepat menyesuaikan dengan suatu kebijakan pendidikan, salah satunya perubahan kurikulum.

BACA JUGA:   BPJS Kesehatan Gandeng Pengawas Tenaga Kerja dan Kejaksaan Pastikan Kepatuhan Pendaftaran Karyawan PBS

“Kurikulum penggerak atau kurikulum prototipe ini, guru tidak dikejar-kejar target materi pembelajaran yang padat, namun lebih fokus kepada materi esensial yang berorientasi pada kebutuhan dan penguatan karakter siswa, dengan metode pembelajaran yang bervariasi dimana guru dan siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplor potensi siswa lewat berbagai inovasi pembelajaran,” jelasnya.

Dia berharap kurikulum prototipe ini dapat diterapkan oleh guru dan sekolah di Kotim, dimana guru dan sekolah dapat terlebih dahulu mendaftar untuk mengikuti program guru dan sekolah penggerak, yang didalamnya berisi pelatihan, sosialiasi dan penerapan kurikulum prototipe.

Selain itu diharapkan, Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kotim segera melakukan kajian dan sosialisasi terhadap kesiapan guru-guru dalam menerapkan kurikulum prototipe di hari mendatang.

BACA JUGA:   Bantuan Operasional PAUD Langsung Transfer Ke Rekening Lembaga

“Diharapkan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Disdik Kotim dapat memfasilitasi guru dan sekolah di Kotim untuk aktif mengikuti program-program tersebut, sehingga dapat segera menerapkan kurikulum prototipe baik secara parsial atau penuh di tahun-tahun mendatang,” kata Deny.

Pernyataan itu didasari oleh pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbud Ristek, Zulfikri, bahwa Kurikulum Prototipe berbasis kompetensi statusnya semacam model. Model untuk pilihan di mana guru dan murid tidak merasa terlalu terbebani. Penyempurnaan dari kurikulum darurat, di kurikulum prototipe ini (strukturnya) lebih ditata selain disederhanakan juga.

Kurikulum prototipe bisa diterapkan secara penuh atau parsial tergantung kesiapan sekolah, dimana sekolah dan guru bisa mendaftar untuk mengikuti pelatihan dan penerapan terbatas kurikulum prototipe ini. (Aib/beritasampit.co.id).