DLH Barsel Kembangkan Sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

DEDDY/BERITA SAMPIT - Kabid Pengolahan Sampah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Barsel, M. Nanang Shalahuddin.

BUNTOK – Masyarakat Barito Selatan (Barsel) masih banyak yang membuang sampah tidak pada tempatnya, maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) akan mengembangkan sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Fungsi dari TPST tersebut adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pengolahan dan proses akhir sampah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Barsel, Nanang Shalahuddin kepada beritasampit.co.id, Sabtu 15 Januari 2022.

Saat ini kata Dia, untuk proses penanggulangan sampah di Kota Buntok dan sekitarnya sudah disediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sanitary Landfill serta ada sampah yang dikelola oleh TPS3R yang merupakan swadaya dari masyarakat di setiap lingkungan RT dan RW.

BACA JUGA:   Kapolres Barsel Sambangi KPU Bahas Kesiapan Pemilu

“Untuk keberadaan TPS di Kota Buntok saat ini telah berkurang dan ada beberapa TPS yang sudah ditutup bahkan juga ada TPS yang melebihi kapasitasnya, sehingga meluber,” ujarnya.

DLH Barsel ingin menambah beberapa TPS berupa TPST, akan tetapi untuk mewujudkan hal tersebut masih terkendala anggaran serta lokasi untuk TPST.

DLH juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal pengadaan lokasi TPST di tiga kelurahan yang ada di Kota Buntok yakni Kelurahan Buntok Kota, Hilir Sper dan Kelurahan Jelapat.

BACA JUGA:   BPBD Barsel Catat Tiga Bencana Alam Pada Awal Tahun 2023

“Terkait untuk pengadaan lokasi TPST ini, dari pihak dinas terkait sudah dilakukan survei lokasi yang nantinya akan dijadikan lokasi untuk TPST tersebut,” ucapnya.

Menurut Nanang, jumlah sampah tidak mungkin berkurang, sebab dengan bertambahnya jumlah penduduk khususnya di Kota Buntok dan sekitarnya tentunya jumlah sampah pun semakin bertambah pula.

“Sedangkan anggaran biaya untuk penanganan sampah-sampah tersebut dari tahun ke tahun tidak ada perubahan, dan hal ini tentunya kita tidak dapat menambah petugas kebersihan yang menangani sampah,” pungkas Nanang Shalahuddin. (Ded/beritasampit.co.id).