Kadisdik Kotim Minta Dinas Kesehatan Terus Berupaya Capai Target Vaksinasi

IST/BERITA SAMPIT - Vaksinasi masyarakat Lansia di Kotim.

SAMPIT – Satuan Pendidikan yang bukan berada di daerah khusus di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh atau 100 persen, namun harus memenuhi berbagai syarat yang ditentukan oleh Pemerintah.

“Kalau daerah yang masuk kategori bukan khusus menurut kami, yaitu daerah padat penduduk dan mudah terpapar Covid. Kemudian untuk daerah tersebut salah satu syarat untuk melaksanakan PTM seratus persen tercapainya hasil vaksinasi Lansia 50 persen,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi, Selasa 18 Januari 2022.

Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan Kotim terus berupaya untuk mencapai target yang telah ditentukan dalam rangka penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA:   Sekolah Penggerak Jenjang PAUD Wajib Terapkan Kurikulum Merdeka

“Saat ini, vaksinasi Lansia di Kotim baru sekian persen belum mencapai target, itulah Dinas Kesehatan perlu genjot lagi untuk mencapai 50 persen dan target yang ditetapkan,” tutur Suparmadi.

Sementara itu, data yang diperoleh media ini dari Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, bahwa target sasaran vaksinasi terhadap Lansia sendiri yakni 20.786 orang. Sedangkan yang tercapai dosis kedua baru 5.228 orang atau 25,15 persen.

“Saat ini kami terus berupaya untuk mencapai target vaksinasi Covid-19 terhadap Lansia, dengan sejumlah trobosan,” kata Umar Kaderi, Senin, 17 Januari 2021.

BACA JUGA:   Pengaspalan Pemeliharaan Jalan di Sampit Selesai, Tinggal Menambal Lubang-Lubang Kecil

Sulitnya untuk mencapai target vaksinasi terhadap Lansia tersebut dikarenakan usia mereka di atas 60 tahun. Sehingga, tidak sedikit yang mengalami sakit dan tidak bisa divaksin.

“Selain itu juga karena mereka banyak yang tinggal di rumah, sehingga untuk datang ke lokasi vaksinasi sulit,” ujar Umar.

Dinas Kesehatan Kotim akan melakukan terobosan untuk mencapai target tersebut, salah satunya dengan vaksinasi mobile. Sehingga, nantinya petugas yang akan datang ke rumah-rumah agar dapat melakukan vaksinasi terhadap para Lansia tersebut. (Aib/beritasampit.co.id).