Optimalisasi Vaksinasi COVID-19 di Kotim Mendapat Apresiasi Dewan

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Dadang Siswanto. ANTARA/Norjani

SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto, mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan dan jajarannya di puskesmas serta semua pihak yang membantu mengoptimalisasikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di daerah ini dan mendukung upaya itu terus digencarkan.

Dadang mendorong vaksinasi terus dilakukan karena merupakan salah satu upaya menekan risiko penularan COVID-19. Masyarakat diimbau dengan sadar mengikuti vaksinasi karena sangat penting untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan virus mematikan tersebut.

Ketua Fraksi PAN ini uga menyarankan dilakukan optimalisasi vaksinasi dengan sistem jemput bola, yakni petugas kesehatan diarahkan mendatangi lokasi-lokasi keramaian atau permukiman untuk memudahkan masyarakat mengikuti vaksinasi. Tidak terkecuali bagi kelompok lansia dan anak-anak, dinilai akan lebih efektif jika petugas kesehatan atau vaksinator yang mendatangi mereka.

BACA JUGA:   Kader Gerindra Ini Tegaskan Siap Pertanyakan Bupati Kotim Jika Tidak Berikan Sanksi Terhadap DS

Optimalisasi pelaksanaan vaksinasi juga bisa melalui vaksinasi mobile sehingga bisa menjangkau lokasi-lokasi jauh dan padat penduduk agar masyarakat tertarik dan mudah mengikuti vaksinasi.

“Kami mengajak masyarakat mendukung pemerintah mengatasi pandemi COVID-19 ini dengan mengikuti vaksinasi secara lengkap. Ini upaya kita bersama untuk memutus mata rantai penularan virus mematikan ini,” ucap Dadang, dikutip dari Antara, Jumat 21 Januari 2022.

Tidak lupa Dadang mengingatkan masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan, meski sudah divaksinasi. Melaksanakan protokol kesehatan secara ketat merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

BACA JUGA:   Penyaluran Elpiji Harus Tepat Sasaran

Diketahui, Dinas Kesehatan terus menggencarkan vaksinasi kepada masyarakat di semua kalangan. Upaya ini juga dibantu banyak pihak seperti Polri, TNI, BIN Daerah, Kadin, partai politik dan pihak lainnya.

Kini vaksinasi juga menyasar anak-anak usia 6-11 tahun. Vaksinasi ini dilakukan dengan jemput bola oleh petugas kesehatan yang berkeliling dari sekolah ke sekolah.

Vaksinasi dosis pertama di Kotim sudah sekitar 80 persen, namun vaksinasi dosis kedua masih di bawah 60 persen. Padahal ini menjadi syarat bagi daerah untuk mendapat prioritas melaksanakan vaksinasi lanjutan atau booster.

(Antara/BS65)