Telkomsel Bantu Kembangkan Talenta di Industri Teknologi Digital lewat The NextDev Digitalent Academy 2022

Ilustrasi program Telkomsel untuk mengembangkan talenta digital, The NextDev Digitalent Academy 2022. (ANTARA/handout)

Operator seluler yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Telkomsel menggelar The NextDev Digitalent Academy 2022, bagian dari inisiatf perusahaan untuk membantu mengembangkan talenta di industri teknologi digital.

“Telkomsel yang kini telah bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir turut memfokuskan diri dalam mendorong pengembangan kualitas dan kapabilitas talenta digital, dengan salah satu fokus utama agar dapat membuka lebih banyak lagi potensi kemajuan ekonomi digital bangsa yang inklusif dan berkelanjutan,” kata General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry P. Santoso, dalam siaran pers, Selasa 25 Januari 2022.

The NextDev Digitalent Academy 2022 digelar mulai bulan ini sampai Mei, untuk mahasiswa maupun lulusan baru (fresh graduate) dari berbagai latar pendidikan.

Sejak pendaftaran dibuka pada Desember lalu, terpilih 16 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang akan mengikuti kelas intensif selama dua bulan.

Telkomsel bekerja sama dengan coding bootcamp Hacktiv8 untuk penyelenggaraan program tahun ini. Melalui kerja sama ini, akan ada 16 sesi bersama instruktur dari Hacktiv8 yang akan dilakukan secara dalam jaringan.

Setelah itu, peserta The NextDev Digitalent Academy 2022 akan mengikuti 16 sesi tambahan untuk pendalaman materi Python for Data Science.

Pada akhir program, Telkomsel akan memilih tiga peserta dengan komitmen dan hasil belajar terbaik, yang akan mendapatkan beasiswa. Para peserta The NextDev Digitalent Academy 2022 akan diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka pada konferensi tahunan komunitas perusahaan rintisan The NextDev Summit.

Telkomsel mengutip riset dari McKinsey dan Bank Dunia, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital dalam kurun waktu 15 tahun, dari 2015 sampai 2030.

Program yang diadakan tahun ini merupakan salah satu cara perusahaan tersebut untuk mempercepat pertumbuhan sumber daya manusia di bidang digital di Indonesia.

(Antara)