Kabar Duka: Mantan Anggota DPRD Kobar Jaya Karim Meninggal Dunia di Jakarta

Almarhum Jaya Karim Bin H. Abdul Karim Busrah.

PANGKALAN BUN – Jaya Karim Bin H. Abdul Karim Busrah (57) mantan Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dari Partai Bulan Bintang (PBB) tahun 2004-2009, warga Kumai Kabupaten Kobar, telah meninggal Dunia di Jakarta.

Keterangan Kakandanya, Wawan Sukma Ichwanudin Bin H. Abdul Karim Busrah, Almarhum meninggal dunia pada hari Rabu pukul 02.30 WIB di rumah kelurganya di Jakarta.

“Almarhum sudah cukup lama keluar masuk rumah sakit, terakhir dioperasi saluran ginjal yang tersumbat, selesai operasi baik-baik saja kemudian tidak beberapa lama masuk rumah sakit lagi, setelah semalam di rumah sakit terus mita pulang, setelah empat hari di rumah Almarhum meninggal dunia,” jelas Wawan saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, di Jakarta, Kamis 27 Januari 2022 malam.

BACA JUGA:   Mukhtarudin Bersama DPD Partai Golkar Kobar Tebar Ratusan Paket Takjil

“Atas nama Almarhum, kami menyampaikan mohon maaf apa bila Almarhum dimasa hidupnya bertutur kata yang bukan pada tempatnya dan ada hilaf yang terlupakan oleh Almarhum. Sudilah kiranya dimaafkan, serta mohon doanya semoga Almarhum dimuliakan di dalam kuburnya serta menjadi Ahli Surga, Aamiin,” harap Wawan.

Diketahui, Almarhum semasa hidupnya mudah bergaul dengan siapa saja, bahkan saat menjadi Anggota DPRD waktu itu seangkatan dengan Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, Rachmat Nasution dan Hasanuddin, serta yang lainnya sangat akrab dengan wartawan di Kabupaten Kobar.

BACA JUGA:   500 Ton Beras dan 100 Ribu Liter Minyak Goreng, Zakat Harta Keluarga Besar H. Abdul Rasyid AS Dibagikan Ke Masyarakat Kalteng

Bersama penulis, pada tahun 2009 dalam Kunjungan Kerja (Study Banding) DPRD Kabupaten Kobar ke Jawa Timur, Almarhum malam hari sempat mengajak ke tempat kos-kosan UGM Jogja, berkunjung ke temannya. Setelah berkunjung kemudian mengajak penulis makan sate ayam Madura di bilangan Jalan Malioboro Jogja.

“Selama jalan temanku, sahabatku, semoga menuju perjalanan pada kehidupan yang terakhir dan abadi mendapatkan jalan yang lurus dan terang benderang disinari cahaya Illahi Robbi. Aamiin”. (Maman Wiharja).