Belum Ada Penambahan Pelayaran di Pelabuhan Bahaur Kalteng

KMP Drajat Paciran yang melayani rute Bahaur-Paciran yang berangkat dari Pelabuhan Bahaur Kecamatan Kahayan Kuala, Sabtu (23/4/2022) . ANTARA/HO-Dishub Pulang Pisau

PULANG PISAU – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Supriyadi mengatakan belum menerima informasi kemungkinan penambahan jadwal pelayaran KMP Drajat Paciran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah melalui Pelabuhan Bahaur Kecamatan Kahayan Kuala.

“Belum ada tanda-tanda ada penambahan jadwal pemberangkatan dari KMP Drajat Paciran. Jadwal keberangkatan masih seperti sebelumnya,” kata Supriyadi di Pulang Pisau, Senin 25 April 2022.

Dari jadwal yang diterima, keberangkatan terakhir dari pihak supervisor melalui Pelabuhan Bahaur sebelum Lebaran, terang Supriyadi, pelayaran dilakukan pada 30 April mendatang.

Dia mengakui pada keberangkatan pada Sabtu 23 April 2022, lonjakan penumpang sudah terjadi signifikan, bahkan ada sekitar 50 penumpang yang tertunda untuk berangkat karena batas maksimal angkutan penumpang dan barang sudah terpenuhi serta untuk menjaga keselamatan dalam pelayaran.

BACA JUGA:   Forhati Ditargetkan Akhir Juni Terbentuk Semua di Kalteng

Supriyadi menjelaskan, untuk persentase pemudik pada keberangkatan lalu meningkat sebanyak 431 orang dari sebelumnya minggu sebelumnya sekitar 200 orang.

Jumlah pemudik membawa kendaraan yang berangkat dari Pelabuhan Bahaur juga meningkat, yakni kendaraan roda dua sebanyak 40 unit, roda empat 26 unit, pick up 2 unit, fuso sebanyak 9 unit, dan tronton 1 unit.

Meskipun untuk lebaran satu minggu lagi, namun masyarakat lebih memilih perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan penumpang menjelang lebaran.

Kapolsek Kahayan Kuala Ipda Ibnu Khaldun membenarkan bahwa ada 50 orang calon penumpang yang tidak bisa melakukan perjalanan mudik melalui Pelabuhan Bahaur.

BACA JUGA:   Suparnomo Terpilih Pimpin MD KAHMI Pulang Pisau

Gagalnya pemudik tersebut dikarenakan kapasitas kapal laut KMP Darajat Paciran yang melayani rute Paciran, Lamongan, Jawa Timur sudah melebihi batas kapasitas dan tidak bisa lagi untuk menampung penumpang.

Ibnu Khaldun mengatakan, kondisi tersebut tentu membuat para petugas memberikan arahan kepada pemudik tersebut yang batal berangkat, seperti memberikan pilihan opsi untuk menunggu jadwal keberangkatan kapal di hari berikutnya atau pindah ke pelabuhan lain.

“Pemudik yang gagal berangkat tersebut dipastikan belum membeli tiket di hari tersebut. Meskipun pembelian tiket bisa di lakukan di pelabuhan setempat, namun untuk penambahan kapasitas penumpang tetap tidak bisa dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan selama pelayaran,” kata dia.

ANTARA