Pria Punya Masalah Dengan Kejantanan Tak Usah Cemas, Bue Suriadi Desa Jemaras Siap Mengatasinya

(AULIA/BERITASAMPIT) Suriadi saat melakukan terapi pijat

SAMPIT – Salah satu penyebab perceraian atau kurang harmonisnya sebuah tangga adalah masalah kejantanan suami yang terkadang belum bisa memenuhi hasrat batin seorang istri.

Dan tak jarang para pria melakukan berbagai upaya dari ramuan jamu, obat kuat yang paten bahkan sampai nekat melakukan cara tak lazim dengan mendatangi pengobatan alternatif yang ekstrim untuk bisa membuat pasangannya merasa puas dalam urusan ranjang.

Tak ada salahnya mencoba dan salah satunya ialah melakukan terapi pijat atau urut dengan salah satu terapis atau tukang pijat. Untuk warga Kotawaringin Timur (Kotim ) tak perlu jauh jauh dan mengeluarkan biaya yang lumayan.

BACA JUGA:   Warga Minta Pemkab Kotim Lakukan Peremajaan Drainase Kota Sampit

Karena ternyata di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga ada Suriadi atau Beu (Kakek) Adi  yang mampu mengatasi masalah kejantanan pria hingga impotensi.

Dengan rambut panjang dan gaya khas masyarakat adat Dayak Bue Adi yang merupakan pria kelahiran Desa Jemaras mengatakan mampu mengatasi masalah keperkasaan pria.

“InsyaAllah saya bisa mengobati dengan cara terapi pijat dibagian tertentu (bukan pada bagian alat kelamin red) dan menggunakan minyak warisan leluhur yang tadinya tidak bisa berdiri (impoten) InsyaAllah bisa berfungsi” tutur Bue Adi, Rabu 04 Mei 2022.

Bue Adi juga menceritakan baru baru ini ada dua orang warga Palangka Raya yang menjalani pengobatan atau terapi pijat dengan dirinya.

BACA JUGA:   Alumni SMEA PGRI Sampit Adakan Reuni Perdana, Usung Tema Bukan Pamer Diri

“Bersyukur kedua  warga Palangka Raya tersebut keperkasaannya sudah berfungsi kembali,” ucap pria yang sudah 20 tahun lebih menjadi tukang urut.

“Saya berusaha untuk menyembuhkan dan mengatasi impoten akibat diabetes, aliran darah tidak lancar bahkan mungkin akibat perbuatan orang,” tegas Bue Adi.

Terakhir Suriadi mengatakan bukan hanya masalah keperkasaan saja, namun untuk penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, reumatik atau sekedar pegal karena kecapean.

“Banyak sudah warga yang datang untuk pijat dan saya tidak pernah memasang tarif, karena ini ada kerjaan dan keihklasan kita untuk membantu orang” pungkasnya.

(auliamirza/beritasampit.co.id)