Walikota Gelar Rakor Terkait Pengendalian dan Penanggulangan Banjir di Palangka Raya

IST/BERITA SAMPIT - Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin.

PALANGKA RAYA – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi pada terjadi di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengakibatkan beberapa titik ruas jalan di wilayah kota setempat tergenang banjir.

Mengatasi hal tersebut, Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin bersama dengan instansi terkait mengambil langkah untuk menanggulanginya, dengan menggelar rapat koordinasi terkait pengendalian dan penanggulangan banjir di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Palangka Raya, Jumat 20 Mei 2020 malam.

Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin mengungkapkan ada tiga jenis saluran, yaitu saluran primer, sekunder dan tersier. Dimana sejumlah titik yang tergenang air tersebut salah satunya diakibatkan oleh saluran sekunder, seperti gorong-gorong pada saluran air yang tidak dapat menampung derasnya air, sehingga air tersebut meluap dan mengakibatkan banjir.

BACA JUGA:   Dana Desa Bisa Digunakan untuk Membangun Fasilitas Sanitasi

Fairid menyebutkan dalam mengatasi hal tersebut pihaknya bersama instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) akan segera mengatasi permasalahan tersebut.

“Kami bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi terkait pengendalian banjir dan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Dalam waktu dekat kami akan melakukan swakelola dengan pihak UPT PUPR terkait untuk mengatasi terjadinya banjir itu sendiri,” terang Fairid Naparin.

Lebih lanjut, Fairid menyebutkan juga, bahwa banjir terjadi memang karena faktor alam terutama intensitas hujan yang terjadi hari ini memang sangat tinggi.

BACA JUGA:   Satresnarkoba Polresta Palangka Raya Bekuk Dua Budak Sabu-Sabu

“Seperti yang kita ketahui intensitas curah hujan hari ini memang sangat tinggi sebagian saluran sekunder tidak bisa menampung debit air hal itulah salah satu yang menyebabkan terjadinya banjir,” tuturnya.

Untuk itu, Fairid mengajak masyarakat Kota Palangka Raya bersama pemerintah untuk saling bersinergi dalam mengatasi terjadinya bencana banjir.

“Untuk masyarakat kota cantik marilah bersinergi dengan pemerintah dalam menanggulangi terjadinya banjir dengan tidak membuang sampah di sungai terutama di saluran-saluran drainase yang dapat menimbulkan penyumbatan air dan bisa mengakibatkan terjadinya banjir,” tutup Fairid Naparin.

(M.Slh/beritasampit.co.id)