Pemerintah Gunung Mas Berupaya Sediakan Asrama bagi Siswa SLBN

Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing (tengah) menyerahkan bantuan kepada Kepala SLBN Kuala Kurun di SLBN Kuala Kurun, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (25/5/2022). (ANTARA/Chandra)

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, akan berupaya menyediakan asrama bagi siswa Sekolah Luar Biasa Nasional (SLBN) di Kuala Kurun.

Saat mengunjungi SLBN Kuala Kurun pada Rabu 25 Mei 2022, Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing mengemukakan pentingnya penyediaan asrama bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari luar Kuala Kurun yang menempuh pendidikan di SLBN Kuala Kurun.

“Selama ini orang tua yang berasal dari luar Kuala Kurun yang memiliki anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan jika ingin menyekolahkan anak-anak mereka di SLBN Kuala Kurun (karena ketiadaan asrama),” katanya.

BACA JUGA:   Pemkab Gumas Laporkan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 ke DPRD

Penyediaan asrama, ia melanjutkan, akan memudahkan anak-anak berkebutuhan khusus menjalani pendidikan di SLBN Kuala Kurun dan meringankan beban orang tua yang menyekolahkan anak mereka di sekolah luar biasa tersebut.

“Akan kita perjuangkan melalui Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Pusat, karena SLB ini kewenangan berada di bawah pemerintah provinsi,” katanya.

Dia mengapresiasi Kepala SLBN Kuala Kurun dan para guru yang bertugas di sekolah tersebut, yang siswanya berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai kegiatan di tingkat provinsi maupun nasional.

Selaku Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Gunung Mas, Efrensia juga menyerahkan bantuan berupa oven listrik dan loyang untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan ketrampilan serta membagikan bingkisan kepada siswa di SLBN Kuala Kurun.

BACA JUGA:   Pemkab Gunung Mas Gelar Sosialisasi Tentang Persetujuan Bangunan Gedung

Kepala SLBN Kuala Kurun Martha mengatakan bahwa menurut pendataan yang dilakukan di Kecamatan Sepang, Mihing Raya, Kurun, Tewah, dan Kahayan Hulu Utara masih ada anak berkebutuhan khusus yang tidak disekolahkan.

Dia juga menyampaikan perlunya penyediaan asrama, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang pembelajaran khusus, ruang keterampilan, laboratorium komputer, dan pagar keliling untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran bagi siswa di SLBN Kuala Kurun.

ANTARA