Pemkab Gunung Mas gandeng BNF Indonesia Lestarikan Hutan Ulin

Tangkapan layar Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong (tengah) didampingi Kepala DLHKP Yohanes Tuah dan pihak BNF Indonesia menunjukkan nota kesepakatan bersama yang telah ditandatangani di Jakarta, Senin (23/5/2022). ANTARA/Chandra

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menggandeng Borneo Nature Foundation (BNF) Indonesia untuk melakukan pelestarian lingkungan alam, di antaranya hutan ulin (Eusideroxylon zwageri) yang merupakan tanaman khas Kalimantan di daerah itu.

“Kerja sama ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk melakukan pelestarian lingkungan di daerah ini,” kata Bupati Gunung Mas Jaya S. Mohong di Kuala Kurun, Jumat 3 Juni 2022.

Dia menjelaskan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan antara pemkab dengan BNF Indonesia terkait dengan penelitian, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat setempat.

“Saya selaku bupati telah melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemkab dengan BNF Indonesia di Jakarta, 23 Mei 2022 lalu,” katanya.

BACA JUGA:   118 Calon Kades di Gunung Mas Ikuti Deklarasi Damai dan Penandatanganan Pakta Integritas

Dia mengatakan poin penting dari program-program yang telah disusun oleh BNF Indonesia adalah pelestarian hutan ulin atau kayu besi di Kecamatan Rungan dan rehabilitasi bekas tambang skala kecil yang perlu segera dilaksanakan.

“Harapannya semoga ke depan hal ini mampu membawa dampak yang baik untuk lingkungan alam di wilayah Kabupaten Gunung Mas,” kata Jaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan Gunung Mas Yohanes Tuah mengatakan BNF Indonesia telah menyusun program bentang alam Rungan-Kahayan di kabupaten setempat.

Visi dari program tersebut adalah pengelolaan hutan lestari di bentang alam Rungan-Kahayan melalui kerja multipihak dalam menjaga konektivitas hutan dan penghidupan masyarakat.

BACA JUGA:   Desa Upon Batu Ditetapkan sebagai Kampung Reforma Agraria

Misi kegiatan melakukan kajian ilmiah yang diperlukan guna menguatkan kapasitas pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pengelolaan bentang alam Rungan-Kahayan secara berkelanjutan, serta menjaga dan mengelola konektivitas hutan serta keanekaragaman hayati di bentang alam Rungan-Kahayan melalui forum kolaboratif multipihak.

Selain itu, menguatkan kapasitas masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan berbasis perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) di bentang alam Rungan-Kahayan, serta melestarikan nilai-nilai budaya dalam perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan SDA.

“BNF juga telah menyusun rencana kerja untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Semoga ke depan semua bisa berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” demikian Yohanes Tuah.

ANTARA