Sektor Pendidikan di Kalteng Masih Perlu Diperhatikan

Hardi/BERITA SAMPIT - Anggota Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing menyampaikan, sektor pendidikan di Kalteng ini masih perlu diperhatikan, mengingat beberapa hal terkait belum begitu mengalami perubahan.

Menurutnya, beberapa persoalan pada sektor pendidikan di provinsi ini masih ditemui baik itu kekurangan tenaga guru, maupun peningkatan sarana dan prasarana, atau fasilitas pendukung lainnya terutama yang berada di wilayah pelosok.

“Persoalan itu dari dulu tidak pernah terselesaikan, masalahnya banyak guru menumpuk di wilayah perkotaan, sehingga berdampak pada kebutuhan di wilayah terpencil. Harusnya masalah seperti ini perlu ada solusi dari pemerintah,” ucapnya melalui rilis yang diterima pada Jumat 17 Juni 2022.

BACA JUGA:   Dewan Desak Pemprov Kalteng Gelar Uji Kelayakan dan Berikan KepastianTenaga Kontrak

Dirinya menjelaskan, persoalan lain yang mengakibatkan banyak tenaga guru yang enggan mengambil tugas di wilayah terpencil atau pelosok, karena sarana dan prasaran yang kurang memadai serta akses yang sulit seperti tidak adanya jaringan listrik, telekomunikasi dan juga jarak tempuh yang jauh.

“Jika hal itu salah satu yang menjadi persoalan juga, pemerintah harus lebih menggencarkan pembangunan di wilayah terpencil, sehingga penyebaran guru bisa merata, dan mereka pun betah tinggal di desa karena adanya fasilitas pendukung atau penunjang yang memadai,” katanya.

Mengenai hal itu, pihaknya terus memantau hingga saat ini. Penyebaran guru masih belum merata hingga wilayah pelosok, dan akibatnya proses belajar mengajar menjadi kurang optimal, padahal sektor pendidikan merupakan salah satu ujung tombak untuk meningkatkan kapasitas SDM. Maka dari itu, pemerintah diharapkan agar lebih fokus memperhatikan persoalan tersebut.

BACA JUGA:   Dewan Kalteng Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan Hewan Peliharaan

“Ketika kita melaksanakan reses, usulan mengenai peningkatan sarana dan prasarana atau fasilitas pendukung pendidikan, penambahan tenaga guru, dan lain-lain kerap disampaikan. Dan itu merupakan keinginan murni dari masyarakat, jadi harapan kita kedepan hal-hal terkait harus dapat direalisasi agar berdampak pada terciptanya SDM yang mampu bersaing dari sektor pendidikan,” tandasnya. (Hardi/beritasampit.co.id)