BREAKING NEWS: Para Penumpang KM Dharma Rucitra IX Dipungli di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang yang Sedang Banjir

IST/BERITA SAMPIT - Nasib para penumpang KM. Dharma Rucitra IX yang yang akan menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai (foto tangkapan layar video yang dikirim, Senin 20 Juni 2022 sore).

PANGKALAN BUN – Dikabarkan ratusan penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Ricitra IX, yang akan menuju ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai banyak yang mengeluh lantaran lokasi Pelabuhan Tanjung Mas Semarang banjir rob.

Seperti dikabarkan oleh salah seorang penumpang, mengeluhnya para penumpang dalam situasi banjir di pelabuhan. Ternyata para penumpang dipungut liar harus mengeluarkan uang dua kali perjalanan masing-masing Rp 20 ribu, jumlah jadi Rp 40 ribu.

“Suasana banjir rob yang melanda pelabuhan Tanjung Mas Semarang memang sengaja dibisniskan oleh pihak tertentu di Pelabuhan. Seharusnya pihak maskapai DLU si pemilik Kapal Dharma Rucitra IX, kerjasama dengan pihak Pelabuhan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para penumpangnya, yaitu mengirim para penumpang sampai Kapal,” kata Seroji, yang mengirim video kepada Berita Sampit, Senin, 20 Juni 2022 sore.

BACA JUGA:   Terkait Sengketa Tanah, Ahli Waris: Silahkan PT Astra Ajukan Gugatan ke Pengadilan

Menurut Seroji, ratusan penumpang dari pelabuhan harus naik ke mobil menuju tempat berkumpulnya kapal nelayan membayar Rp 20.000 per orang. Kemudian para penumpang naik kapal nelayan (klotok), menuju arah KM. Dharma Rucitra IX berlabuh.

“Juga para penumpang harus bayar klotok lagi Rp 20 ribu, sampai pinggir kapal. Pokoknya para penumpang betul-betul mengeluh tentang pelayanan dari DLU KM.Dharma Ricutra IX, apa lagi para penumpang yang membawa barang pikulan, kasihan. Dan sungguh tidak ada perhatian dari pemerintah di Semarang, semuanya yang di Pelabuhan, cuman duit yang dicari,” keluh Seroji.

BACA JUGA:   Kobar Juara II MTQH 2022, Penjabat Bupati Anang Dirjo: Prestasi Ini Jadi Penyemangat Raih Juara I pada Tahun Depan

Dua kali pungutan tersebut, kata Seroji, adalah perbuatan ‘Pungli’ (Pungutan Liar). “Kita ini Indonesia, juga menganut negara hukum semua yang namnya pelayanan transportasi baik di Pelabuhan dan terminal bus , ada aturan hukumnya. Ini kok seenaknya saja, mana pelayanan yang terbaik dari DLU KM.Dharma Rucitra IX. Tolong pak kirim beritanya ke Menteri Perhubungan yah,“ imbuh Seroji.

Menurut jadwal, KM. Dharma Rucitra IX, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Pukul 18.00 WIB Senin, 20 Juni 2022, tiba di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Selasa, 21 Juni sekitar Pukul 12.00 WIB. (Man/beritasampit.co.id).