Varian Baru Omicron Masuk Indonesia, Ini Tanggapan Anggota DPRD kota Palangka Raya

(Devi/BERITA SAMPIT) - Anggota DPRD kota Palangka Raya, Sigit Widodo.

PALANGKA RAYA – Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir, bahkan menembus seribu kasus harian dalam enam hari berturut-turut.

Pada 20 Juni 2022, pasien positif Covid-19 tercatat bertambah 1.180 orang. Dengan tambahan tersebut, saat ini total kasus Covid-19 di tanah air telah mencapai 6.069.255 kasus.

Kementerian Kesehatan menemukan bahwa dua subvarian virus Omicron baru, yakni BA.4 dan BA.5, menjadi salah satu penyebab yang membuat kasus infeksi di Indonesia kembali naik. Untuk itu, Indonesia perlu waspada terhadap penyebaran varian baru tersebut.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari anggota DPRD kota Palangka Raya, Sigit Widodo. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang serta terus memperketat dalam hal menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikannya di ruang kerjanya belum lama ini.

“Ya kemarin kan menteri kesehatan Republik Indonesia sudah menyatakan bahwa ada kasus yang sudah ditemukan di indonesia di bali dan jakarta varian baru omicron. Untuk itu perlu waspada dan berhati-hati juga bagi masyarakat. Dengan terus menggunakan atau menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari” ucapnya.

BACA JUGA:   PPKM Level 1, DPRD Palangka Raya Akan Rapat Paripurna Secara Tatap Muka

Ia menambahkan bahwa masyarakat sejauh ini sudah jenuh dengan covid-19, masyarakat ingin hidup dalam keadaan normal. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk selalu taat dalam hal penerapan protokol kesehatan covid-19.

“Sejauh ini masyarakat sudah jenuh dengan covid-19 ataupun turunannya seperti omicron dan lain-lain, saat ini masyarakat ingin hidup normal. Meskipun virus ini akan tetap ada tetapi kita tidak boleh terbelenggu, justru kita harus tetap konsisten untuk menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas, serta melindungi dan menjaga diri sendiri dan keluarga, org terdekat dan lingkungan kita,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa dengan kondisi tubuh yang sehat dan imunitas yang terjaga, kita akan kuat dan kebal terhadap virus, setidaknya itu sebagai antisipasi dini.

BACA JUGA:   DPRD: Opini WTP Jangan Membuat Lengah dalam Mengelola Keuangan dan Aset Daerah

“Jika kondisi tubuh kita sehat dan imunitas juga terjaga, maka insyaallah kita akan kuat dan kebal terhadap virus, dan hal tersebut juga bisa sebagai antisipasi dini,” lanjutnya.

Ia mengajak masyarakat untuk jangan takut, atau merasa dihantui dgn adanya varian baru, namun harus selalu menjaga kesehatan. Ia juga yakin pandemi ini akan berakhir, semua itu tergantung usaha kita. seperti halnya pemerintah jalan kan tugas, karantina dan lakukan 3T, dan masyarakat juga taat terhadap protokol kesehatan.

“Untuk itu janganlah terlalu takut atau merasa dihantui oleh varian baru, kuncinya ada di kita,kalau kita bisa menjaga kesehatan maka insyaallah tidak akan sakit. Saya juga yakin cepat atau lambat pandemi ini akan berakhir dengan usaha kita bersama. Usaha yang di maksud yaitu kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pemerintah membuat peraturan dan masyarakat mentaati aturan tersebut, dengan begitu maka insyaallah covid-19 bisa di atasi,” tutupnya. (SND/beritasampit.co.id)