Debit Air Sungai Naik, Warga Bantaran Sungai Lamandau Mulai Khawatir

IST/BERITA SAMPIT - Terlihat halaman SDN 1 Nanga Bulik yang sudah terendam banjir.

NANGA BULIK – Ketinggian air Sungai Lamandau 670 cm dengan status siaga bencana, membuat warga yang tinggal di bantaran sungai Lamandau dan daerah rawan banjir mulai khawatir dan waspada banjir.

Hal ini hasil pantauan danevakuasi patroli Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau. Kepala BPBD Lamandau, Edison Dewel, melalui Joni Hardi, Kasi Bendahara dan Penanggulangan bencana usai pengecekan mengatakan, wilayah hulu sungai Lamandau terpantau sudah ada beberapa desa sudah mulai banjir, dan di prediksi Kota Nanga Bulik akan menerima kiriman banjir dari hulu.

“Di Jalan A.Yani RT 12A terdapat 2 KK , 6 jiwa yang terdampak dengan ketinggian air kurang lebih 50 cm. Kemudian di jalan Gaharu RT 12A terdampak sebanyak 4 KK, 15 Jiwa dengan ketinggian air sekitar 40 cm,” jelasnya, Rabu 22 Juni 2022.

BACA JUGA:   Bupati Lamandau: Ajang Silahturahmi Bisa Melalui Seni Budaya

Lanjutnya, di belakang SMK 2 RT. 10B terdampak 3 KK, 11 Jiwa. Karena ketinggian air mencapai 80 cm, ada yang harus mengungsi ke rumah tetangga. Selain itu di Gang Samaliba RT 10A (Belakang CU) juga terdampak sebanyak 7 KK, 25 Jiwa dengan ketinggian air antara 70-80 cm .

Kemudian di Komplek RT 8B ada 3 KK dengan 7 jiwa yang terdampak karena ketinggian air sekitar 50 cm. Untuk BTN Samaliba berpotensi terdampak karena air sudah mendekati pemukiman, begitupula dengan komplek SLB dan pemilik usaha moulding di sekitarnya.

BACA JUGA:   Pemkab Lamandau Percepat Perluasan Jaringan Listrik ke Pedesaan

“Dua tim diturunkan untuk mengecek korban banjir. Ada yang ke desa-desa, ada yang di kota Nanga Bulik, juga ada yang patroli ke lokasi yang rawan banjir,” terangnya.

Dari informasi Tim patroli di lapangan, sebagian air di beberapa titik ketinggian air sudah mengalami penurunan, dan diprediksikan ketinggian air akan kembali naik jika intensitas hujan tinggi. (Andre/beritasampit.co.id).