Bupati Kotim Tegaskan Tidak Ada Terima Tenaga Kontrak Baru Hanya Evaluasi

MOTIVASI : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim memberikan motivasi kepada peserta evaluasi tenaga kontrak (tenaga pendidik/guru) di lingkungan Dinas Pendidikan Kotim.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, telah mengevaluasi tenaga kontrak (Tekon). Ada kurang lebih 3.200 orang yang mengikuti evaluasi tersebut melalui tes tertulis. Hanya saja, evaluasi itu sebenarnya untuk tekon yang sudah pernah bertugas, bukan sebaliknya.

“Ini hanya mengevaluasi tekon yang sudah ada, tidak ada penerimaan tekon baru,” ucap Bupati Kotim Halikinnor kepada wartawan media siber beritasampit.co.id, usai memantau proses tes tertulis di Gedung BPG Mini Disdik Kotim, Kamis 23 Juni 2022.

Halikin menegaskan, penilaian tidak hanya melalui tes tertulis bahkan kinerja tekon berdasarkan hasil evaluasi di instansi maupun dinas masing-masing.

BACA JUGA:   Saat Tes Tertulis, Tenaga Kontrak Banyak yang Izin ke Toilet

“Saya minta penilaian tidak hanya tertulis saja, apabila pada saat menjalankan tugas bermalas-malasan maka, selesai (diberhentikan),” tegas Halikin yang juga pernah menjabat Sekda Kotim ini.

Akan tetapi, apa yang ditegaskan orang nomor satu di Kotim ini beda dengan informasi lapangan. Informasinya, bukan tekon namun bisa mengikuti tes tertulis.

“Di BPG Mini ini, informasinya sekitar 200 orang yang terlihat wajah baru namun namanya terdaftar dan mengikuti tes tertulis,” kata seorang guru yang mewanti-wanti namanya dirahasiakan.

BACA JUGA:   BKSDA Pasang Spanduk Peringatan Dilokasi Kemunculan Buaya di Kalap Pantai Ujung Pandaran

Dia berharap, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim mengevaluasi terhadap tekon baru tapi tetap bisa mengikuti tes tertulis.

Sekadar diketahui, sekitar 750 tekon tenaga pendidik/guru mengikuti evaluasi melalui tes tertulis. Soal yang dikerjakan 50 butir soal dan 1 essay.

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian putih hitam. Namun masih ada saja yang mengenakan pakaian batik. Sesuai aturan, peserta tersebut dikeluarkan sementara sebelum ganti pakaian yang telah ditentukan. (ifin/beritasampit.co.id).