Sekda Kalteng Minta TPID Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha

Hardi/BERITA SAMPIT - Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Nuryakin

PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Nuryakin membuka secara langsung High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Hotel Bahalap Palangka Raya, Senin 27 Juni 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Nuryakin menyampaikan, adanya isu domestik seperti meningkatnya mobilitas, timbulnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan kenaikan beberapa harga pangan utamanya menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2022/1443 H.

“Tidak lama lagi umat Muslim seluruh dunia akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha 1443 H. Patut kita syukuri bahwa perayaan Hari Raya Idul Adha pada tahun ini meskipun masih di tengah situasi pandemi Covid-19, namun kebijakan protokol perjalanan dan penyelenggaraan kegiatan lebih longgar dibandingkan 2 tahun sebelumnya, sejalan dengan terus melandainya kasus Covid-19,” ucapnya.

Hal ini, lanjut Nuryakin, tidak lepas dari capaian kinerja vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Tengah, yang telah mencapai 99 persen untuk dosis I, 83 persen untuk dosis II dan 21 persen untuk vaksin booster. Meskipun kondisi pandemi telah membaik, menurutnya, saat ini masih dihadapkan pada tantangan meningkatnya risiko ekonomi, dan inflasi akibat kondisi geopolitik dunia seiring dengan perang Rusia-Ukraina yang kita semua belum tahu kapan akan berakhir.

BACA JUGA:   Dewan Hakim dan Panitera MTQH ke 30 Harus Objektif

“Kondisi ini menyebabkan naiknya tekanan inflasi global pada komoditas energi yang berlanjut terhadap komoditas pangan. Beberapa negara bahkan telah memberlakukan pembatasan ekspor pangan dan pupuk untuk menjaga kecukupan di masing-masing negara. Mereka melakukan proteksi sehingga mengakibatkan meningkatnya harga komoditas pokok tersebut,” sebutnya.

Selain itu, komoditas makanan seperti minyak goreng, kue kering berminyak, daging ayam ras, beras dan bawang merah juga turut menjadi penyumbang inflasi sepanjang tahun 2022. Bahkan terakhir berdasarkan pemantauan di pasar tradisional harga daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha telah mencapai Rp150 ribu sebagai dampak adanya penyebaran penyakit mulut dan kuku.

“Menyikapi kondisi tersebut, kita selaku Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh komponen yang ada di Kalimantan Tengah, tentunya harus melakukan berbagai langkah sinergis, responsif dan tepat sasaran dalam menyikapi potensi inflasi di Kalimantan Tengah, khususnya bahan pokok,” katanyanya.

Pada kesempatan HLM TPID kali ini, dirinya mengharapkan informasi dari para perserta terkait kondisi perkembangan harga komoditas bahan pokok di daerah, dan strategi serta upaya yang telah dan akan dilakukan oleh masing-masing TPID.

“Saya berharap TPID bersama SOPD dan instansi terkait agar terus melakukan upaya pemantauan secara berkala, terhadap kecukupan stok barang kebutuhan pokok, dan melakukan upaya stabilisasi melalui operasi pasar bekerjasama dengan Bulog, Distributor, pedagang besar dan petani/ peternak pada masing-masing daerah,” pintanyanya.

BACA JUGA:   Kejuaraan Dunia Sepeda Jadi Sarana Promosi Daerah

Khusus untuk komoditas sapi, diharapkan adanya upaya dari instansi terkait, untuk dapat meredam kenaikan harga di tengah kebijakan karantina akibat adanya PMK, termasuk opsi untuk melakukan kerjasama dengan daerah lain.

Selanjutnya, TPID dan OPD terkait diharapkan dapat mengembangkan sentra produksi komoditas tertentu yang bergejolak, seperti bawang merah agar sedapat mungkin dikembangkan di wilayah Kalimantan Tengah sehingga mengurangi pasokan dari luar wilayah.

Dirinya menambahkan, OPD dan instansi terkait di Kalimantan Tengah, agar dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap dampak atau konsekuensi atas kebijakan, dalam menaikan tarif jasa layanan publik yang berada dalam kewenangannya sehingga tidak mendorong peningkatan inflasi lebih lanjut. Selanjutnya, secara bersama-sama agar terus melakukan komunikasi yang efektif, dan mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak, sehingga ekspektasi masyarakat dan pelaku usaha terkait kenaikan inflasi dapat terkendali dengan baik. (Hardi/beritasampit.co.id)

(Visited 2 times, 1 visits today)