Warga Minta Tindak Tegas PT. Arsy Nusantara 

IST/BERITA SAMPIT: Koordinator aksi lapangan Ibrahim saat menyampaikan tuntutan di depan kantor Desa Jangkang Baru, Senin 4 Juli 2022.

MUARA TEWEH – Sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa di kantor Desa Jangkang Baru, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Senin 4 Juli 2022 lalu menuntut agar PT. Arsy Nusantara bertanggung jawab atas keruhnya Sungai Jabung.

Koordinator aksi lapangan Ibrahim mengatakan ada 5 tuntutan yang ia sampaikan dalam aksi damai itu mengangkat tema tentang cinta dan sayang warga terhadap Sungai Jabung.

“Pertama kami meminta agar sungai Jabung tetap terjaga kelestariannya, airnya tetap aman dikonsumsi seperti sedia kala untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ibrahim melalui keterangan rilis, Rabu 6 Juli 2022.

Ibrahim menyampaikan kebebasan berpendapat telah diatur undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat dimuka umum. Ia mendesak agar PT. Arsy Nusantara ditindak tegas.

“Tindak tegas PT. Arsy Nusantara serta pertanggungjawabannya terhadap Sungai Jabung yang telah terdampak oleh kegiatan perusahaan. Kami menolak apabila sungai Jabung sebagai pembuangan limbah cair,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta tindak tegas pihak yang telah menghentikan beroperasinya sarana air bersih milik Desa Jangkang Baru di Sungai Jabung sesuai ketentuan yang berlaku serta pertanggungjawabannya.

BACA JUGA:   Pedagang di Barito Utara Dilarang Menjual Rokok kepada Pelajar

“Karena sudah beberapa hari ini kami warga Jangkang Baru tidak mendapatkan air dari Sungai Jabung sebagai kebutuhan kami sehari-hari dalam upaya mendapatkan penyelesaian,” tambahnya.

Ia juga mengharapkan agar sarana air bersih milik Desa Jangkang Baru tetap beroperasi guna memenuhi kebutuhan air seperti biasa, sekaligus tidak boleh dihentikan oleh pihak manapun.

“Kami mengharapkan Kepala Desa dan BPD Jangkang Baru dalam menjalankan tupoksi tetap netral jangan memihak kepada kepentingan salah satu pihak saja dan selalu mendengar apa yang menjadi keluhan warga Jangkang Baru, menjadi korban ketidakadilan itulah yang kami rasakan saat ini,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wakil BPD Desa Jangkang Baru mengatakan bahwa dirinya menerima apa yang disampaikan oleh warga setempat nantinya akan diadakan musyawarah dengan perangkat desa sebagaimana mestinya.

“Terhadap penghentian sumber air bersih di Sungai Jabung terjadi pada hari Jum’at lalu dihentikan oleh istri Kepala Desa dengan alasan yang saya dengar tanah itu berlokasi di tanah pribadi milik nya. Untuk itu nanti akan kita cari solusi pemindahan lanting tempat mesin pengambilan air dari tanah miliknya,” kata Nurlela.

BACA JUGA:   Ini Rencana Tata Ruang Kota Muara Teweh yang Disampaikan Bupati Barito Utara

Sementara itu, Rendi perwakilan dari PT. Arsy Nusantara menyampaikan pihaknya  telah menyediakan sarana air bersih untuk warga Desa Jangkang Baru guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Memang saat pertama ini kita mencoba 4 sumur bor dengan 10 tandu bahkan ada 1 sumur bor yang sempat tidak aktif, pada saat serah terima kita undang juga pihak DLH untuk mengecek air bersih yang ada di sumur bor. Kita kemaren sudah disetujui RKAB nya. Untuk AMDAL saya tidak bisa sampaikan disini hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya,” jelasnya saat dihadapan warga Jangkang Baru.

(ISK/beritasampit.co.id)

(Visited 9 times, 1 visits today)