ASN Diminta Siap Hadapi Digitalisasi

Staf Ahli Gubernur Suhaemi saat pengambilan dan sumpah janji PNS serta penyerahan SK PNS formasi tahun 2020, Palangka Raya, Kamis. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta aparatur sipil negara di lingkup pemerintah provinsi ini terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki agar siap menghadapi digitalisasi.

“Menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan digitalisasi, maka pemerintahan yang baik ditentukan kualitas maupun kemampuan birokrasi sebagai pemberi kebijakan publik,” kata Gubernur dalam sambutan yang disampaikan Staf Ahli Suhaemi ketika menyerahkan SK PNS formasi 2020 di Palangka Raya, Kamis 7 Juli 2022.

Dia menegaskan, untuk mewujudkannya maka diperlukan dukungan sumber daya aparatur yang benar-benar profesional, adaptif dan produktif.

ASN lingkup pemprov didorong agar semakin cakap maupun tanggap digital. Selain bertujuan menyediakan layanan yang semakin baik dan mudah bagi masyarakat, juga sekaligus mewujudkan Kalteng sebagai smart province atau provinsi pintar.

BACA JUGA:   Wagub Kalteng Berharap Ombudsman Bisa Sharing Terkait Kebijakan Pemerintah Pusat

Adapun provinsi pintar adalah suatu kolaborasi kewilayahan dalam sebuah provinsi berbasis teknologi dalam mendukung penyelesaian isu strategis serta pengembangan berbagai potensi daerah.

Dalam hal ini pemprov juga berkelanjutan melaksanakan ragam pelatihan dan peningkatan kemampuan, termasuk yang telah dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupa pelatihan government transformation academy (GTA).

Pelatihan GTA yang diselenggarakan terbagi menjadi empat kelas dengan masing-masing tema yaitu Fasilitator Pembelajaran Digital (FPD), Manajemen Risiko SPBE (MRSPBE), Social Media Analyst (SMA), serta Sistem Manajemen Layanan Teknologi Informasi (SMLTI).).

BACA JUGA:   Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Akan Perkuat Rasa Persatuan dan Kesatuan

Lebih lanjut Suhaemi menyampaikan, agar tugas pelayanan publik semakin optimal, maka ASN harus memiliki profesionalisme, serta manajemen yang berdasarkan pada sistem merit atau perbandingan antara kualifikasi, kompetensi, maupun kinerja.

“Jadilah abdi negara yang selalu siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Birokrasi yang senang melayani, bukan dilayani,” ucapnya.

Kemudian peningkatan kapasitas ASN, juga bertujuan untuk membangun ASN BERAKHLAK yakni berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, serta kolaboratif.

ANTARA

(Visited 4 times, 1 visits today)