Ekonomi Jadi Alasan, Ratusan Perempuan di Kotim Pilih Menjanda

AULIA/BERITA SAMPIT - Muhamad Basyir, S.H.I Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Sampit.

SAMPIT – Ekonomi jadi Alasan, ratusan perempuan di Kotim pilih menjanda, setidaknya itulah yang jadi faktor dari 534 gugatan cerai yang dilayangkan ke Pengadilan Agama Sampit.

Kaum hawa mendominasi gugatan cerai di Pengadilan Agama Sampit ada 85 persen gugatan cerai yang diajukan keterangan ini disampaikan oleh Muhamad Basyir, S.H.I Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Sampit saat ditemui, Selasa 19 Juli 2022.

BACA JUGA:   Ramai-Ramai Pasang Target, Kini Giliran Gerindra Kotim Incar Kursi Pimpinan DPRD

Basyir juga menerangkan kebanyakan dari gugatan cerai yang masuk karena himpitan ekonomi, “Hampir semua gugatan karena permasalahan kurangnya nafkah (atau ekonomi yang sulit) sisanya faktor orang ketiga dan ketidakpuasan nafkah batin,” tuturnya.

“Dari 534 gugatan perkara yang diterima sampai dengan hari ini, yang sudah putus gugatan ada 467 gugatan, permohonan 92 perkara, perkara putus permohonan 89, sisa perkara gugatan 67 perkara, sisa perkara permohonan 3 perkara,” jelas Basyir.

BACA JUGA:   Peringati HUT RI ke 77, Sebanyak 735 WBP Lapas Sampit Terima Remisi

Kepada Berita Sampit, ia juga mengungkapkan ada peningkatan kasus perceraian dibandingkan tahun lalu.

“Rata-rata yang mengajukan cerai berusia 30 sampai 50 tahun,sisanya pasangan muda di atas 20 tahun,” tutupnya. (Auliamirza/beritasampit.co.id).

(Visited 22 times, 1 visits today)