Mukhtarudin: Perkuat Nilai-nilai Kebangsaan Hadapi Permasalahan Bangsa

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palangkaraya Kalimantan Tengah, Senin, (1/8/2022).

JAKARTA– Anggota MPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Palangkaraya Kalimantan Tengah, Senin, (1/8/2022).

Dalam kesempatan ini, Mukhtarudin membahas soal pentingnya akan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta Organisasi Kepemudaan Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) dan juga mahasiswa Hindu se Kalteng.

Anggota Komisi VII DPR RI ini mengatakan bahwa seluruh anak bangsa harus memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai kebangsaan di tengah pesatnya arus globalisasi.

Mengingat, lanjut Mukhtarudin, nilai-nilai kebangsaan bisa menjadi tameng yang menjaga bangsa ini dari kehancuran.

“Perubahan yang sangat luar biasa, harus kita waspadai. Karena jika kita tidak memperkuat nilai-nilai kebangsaan, maka pengaruh negatif dari arus globalisasi akan mudah masuk,” kata Mukhtarudin.

BACA JUGA:   Ketahanan Pangan Nasional Jangan Kesampingkan Kesejahteraan Petani

Selain itu, politisi asal Pangkalan Bun Kalteng ini mengingatkan akan pentingnya gotong royong antar sesama yang mesti diterapkan, karena hal tersebut merupakan nilai dasar ideologi kebangsaan yang mesti diperkuat untuk menjaga persatuan bangsa.

“Saya berharap komponen masyarakat di Kalimantan tercinta ini, semua dapat hidup berdampingan, rukun, dan bersatu di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” beber Mukhtarudin.

Kata Mukhtarudin pancasila adalah ideologi yang cocok bagi bangsa Indonesia, sehingga tidak ada lagi keinginan mengubah ideologi tersebut.

“Pancasila ideologi yang konfrehenship. Karena pancasila inilah bangsa kita tetap kokoh berdiri sampai hari ini,” tegasnya.

Dikatakan, dengan berbagai potensi memecah persatuan dan kesatuan, baik dari internal maupun eksternal, maka 4 Pilar Kebangsaan, harus ditanamkan kepada generasi muda saat ini.

BACA JUGA:   Pendidikan Pancasila Sebagai Mata Pelajaran Wajib Dalam RUU Sisdiknas

Indonesia lanjut Mukhtarudin, merupakan negara yang beragam mulai dari suku, agama, etnis, budaya dan termasuk negara yang majemuk. Sebagai negara yang beragam, tentu Indonesia rentan dengan perpecahan.

Namun, Mukhtarudin menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan menjadi kunci bangsa Indonesia untuk menjaga keberagaman tersebut.

“Saya berharap generasi muda khususnya Masyarakat Kalteng mari jadikan Konsensus Kebangsaan (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) sebagai perekat anak bangsa dalam menghadapi tantangan, sebab telah teruji mengatasi berbagai krisis sejak NKRI mulai berdiri tahun 1945,” pungkas Mukhtarudin.

(dis/beritasampit.co.id)

(Visited 3 times, 1 visits today)