Sungai Sampit Tercemar Ringan

NARDI/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Machmoer saat memberi sambutan acara diskusi masalah Pencemaran Sungai Sampit.

SAMPIT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur Machmoer, mengatakan bahwa kondisi Sungai Sampit Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tercemar ringan.

“Dari hasil pengujian lab di Jakarta bahwa parameter BOD dan COD menunjukan angka di atas baku mutu sehingga masuk dalam tercemar ringan,” kata Machmoer Selasa 2 Agustus 2022.

Berdasarkan indikator BOD (kebutuhan oksigen biokimiawi) baku mutu 3 hasilnya 16, dan COD (kebutuhan oksigen kimiawi) baku mutu 25 sedangkan hasilnya 65, terlihat bahwa hasil uji sampel menunjukan di atas angka baku mutu, sehingga ini menjadi dasar bahwa sungai Sungai Sampit tercemar ringan.

BACA JUGA:   Peduli Korban Banjir di Kotim, BINDA Kalteng Salurkan Bantuan Paket Sembako kepada Warga Terdampak

DLH menduga penyebab tercemarnya Sungai Sampit disebabkan oleh limbah Perusahan Sawit yang jebol atau meluap ke aliran sungai.

“Untuk itulah kami undang pihak perusahaan untuk bersama-sama membahas persoalan ini dan mencari solusinya,” imbuhnya.

Machmoer menambahkan, bagaimana jika sampai masyarakat menggunakan air ini, tentu bisa membuat kesehatan terganggu. “Jangan sampai hal ini dibiarkan terus menerus harus segera dicari solusinya,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Ternyata Ini Tujuan Sosialisasi Aplikasi Sipimakai Eksavator, Mudah Digunakan dan Terarah

Dugaan tercemarnya Sungai Sampit ketika tanggal 4 Juni 2022 pihak DLH menerima laporan dari Camat Mentaya Hilir Utara via pesan singkat mengenai adanya ikan-ikan yang mati di sungai dan di tambak. Pihak DLH kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mengambil sampel untuk diuji. (nardi).

(Visited 9 times, 1 visits today)