Ngeri! Jembatan Mentaya Makin Horor

IST : BERITA SAMPIT - Kondisi jembatan Mentaya yang biasa ramai kini tampak sepi pasca kecelakaan tunggal seorang pengendara motor berinisial YK.

SAMPIT– Pasca kecelakaan tunggal yang menewaskan YK, di Jembatan Mentaya (Jembatan Bajarum), Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur membuat jembatan itu makin horor pada malam hari.

Apalagi setelah beredar rekaman suara yang menguatkan, kalau korban alami kecelakaan itu sengaja dilakukan untuk mengakhiri hidupnya setelah ada permasalahan dalam rumah tangganya. Korban tewas secara mengenaskan setelah menabrak tiang jembatan dalam kecepatan tinggi.

Sekretaris Desa Bajarum, Frans Bentar menyebutkan sebelumnya di jembatan itu jarang sekali sepi, karena sebagai tempat nongkrong sekumpulan remaja, tidak hanya dari warga sekitar namun juga dari desa tetangga lainnya.

BACA JUGA:   Warga Desa Hanjalipan Pernah Usulkan Relokasi Rumah Pemukiman Penduduk

“Saya lihat beberapa hari ini sudah tidak ada yang nongkrong di jembatan tersebut kadang kalau sore, jam 14.00 WIB sering ramai,” katanya, Kamis, 4 Agustus 2022.

Tidak hanya sore pada malam hari juga kerap banyak yang nongkrong di situ, namun sekarang sudah sepi, hampir tidak ada satu orang yang berani berlama-lama di lokasi tersebut.

Sementara itu Manto warga yang tinggal di Kecamatan Cempaga menyebutkan pasca kecelakaan maut yang mengakibatkan luka parah hingga menewaskan YK situasi jembatan itu makin angker pada malam hari.

“Biasanya lewat jalan pelan, kalua pulang dari Sampit, kini lewat situ agak cepat bahkan buat merinding rasanya, lain rasa auranya sejak ada kecelakaan itu,” tukasnya.

BACA JUGA:   Tahu Kedatangan Polisi, Pemilik 20,22 Gram Sabu Langsung Kabur Saat Mau Transaksi

Seperti diketahui YK tewas pada Minggu, 31 Juli 2022 sekitar pukul 00.15 WIB di Jembatan Mentaya, ketika itu korban dating dari arah Sampit menuju Palangka Raya, menggunakan motor Yamaha NMAX, usai menabrak tiang jembatan korban langsung terpental di tengah aspal dengan luka parah di kepala dan tangannya, hingga korban meninggal saat dibawa ke rumh sakit. (arlan)

 

(Visited 70 times, 1 visits today)