Orang Tua Diminta Hindarkan Anak Sering Bermain HP

M.Slh/BERITA SAMPIT - Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Rosalia saat memberikan sambutan saat acara peresmian Gedung Paud Terpadu ST. Yosef Kuala Kurun, Jumat 5 Agustus 2022.

KUALA KURUN – Handphone (HP) seringkali dijadikan cara ampuh para orang tua untuk membuat anak merasa tenang sekaligus betah di rumah. Sayangnya, jika hal ini terlalu sering dilakukan, justru akan menyebabkan anak kecanduan bermain HP.

Kecanduan HP pada anak tidak boleh dianggap enteng. Dimana kebiasaan bermain HP terus-terusan akan berdampak buruk pada kesehatan anak dalam jangka panjang.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rosalia mengharapakan kepada para orang tua agar terus memperhatikan anak-anak yang masih usia dini untuk tidak selalu sering bermain gadget atau hp.

“Saya berharap kepada para orang tua agar jangan sering memberikan hp kepada anak-anaknya, yang mana nantinya anak-anak kita akan terpengaruh dengan alat tersebut, sehinggga nantinya dapat membuat anak anak kita malas belajar,” terang Rosalia saat acara peresmian Gedung Paud Terpadu ST. Yosef Kuala Kurun, Jumat 5 Agustus 2022.

BACA JUGA:   Remaja Masjid Diminta Bangun Kreatifitas dan Inovasi

Dikatakannya, orang tua juga harus memberikan pembelajaran yang baik kepada anak-anak agar pertumbuhan anak berkembang sangat pesat, baik dalam sikap, mental, karakter, masih mudah dibentuk dengan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, solidaritas, kepekaan sosial.

“Ibarat membangun sebuah rumah apabila pondasi atau dasarnya kuat, maka mau membangun berapa lantaipun maka akan tetap kuat,” tuturnya.

Dijelaskannya, program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkualitas tinggi adalah program pendidikan yang memiliki kesinambungan antara lembaga PAUD dengan keluarga. Keselarasan pendidikan yang dilaksanakan di Lembaga PAUD dan di rumah merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan anak secara utuh, menyeluruh dan terintegrasi.

BACA JUGA:   Pemkab Gumas Rencana Dirikan Pusat Rehabilitasi Korban NAPZA

Program parenting atau pengasuhan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan dalam Lembaga PAUD. Dimana Program parenting PAUD berbasis keluarga adalah salah satu upaya keselarasan dan keberlanjutan pendidikan yang di lakukan di rumah.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam peningkatan gizi dan kesehatan, perawatan, pengasuhan, pendidikan dan perlindungan sesuai tahapan usia anak.

Namun, kenyataan yang di jumpai dalam masyarakat, masih banyak keluarga belum memahami pentingnya peran mereka bagi anak, sehingga tidak terpenuhinya hak hak anak tersebut.

“Keberadaan hak-hak anak dalam masyarakat belum sepenuhnya diketahui, karena kurangnya sosialisasi dalam masyarakat dan keluarga sehingga sering kali terjadi pelanggaran terhadap hak hak anak,”tutupnya. (ale)

(Visited 8 times, 1 visits today)