Kembangankan Sawit Masyarakat, Pemkab Barito Timur Lakukan Verifikasi CPCL

Ilustrasi - Salah satu kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.ANTARA/Kasriadi

TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus menyosialisasikan dan memverifikasi data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) program pengembangan sawit masyarakat di wilayah setempat.

“Akhir Agustus 2022 kami juga melaksanakannya di Kecamatan Benua Lima. Sudah ada enam kecamatan yang dikunjungi untuk menyukseskan program tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur Trikorianto di Tamiang Layang, Minggu 4 September 2022.

Menurutnya, sosialisasi dan verifikasi CPCL untuk memastikan program pengembangan sawit masyarakat tepat sasaran serta memberikan dampak positif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:   Pemkab Barito Timur Tingkatkan Kualitas dan Kapasitas SDM Pengusaha Pariwisata dan Pelaku Ekonomi Kreatif

“Tidak sembarangan petani yang bisa menerima program pengembangan sawit masyarakat. Secara teknis wajib didampingi penyuluh pertanian,” kata Trikorianto.

Dalam setiap sosialisasi disampaikan syarat yang harus dipenuhi, yakni petani memiliki lahan, bukan lahan perkebunan karet atau lahan persawahan, dan bukan kawasan hutan, bukan lahan yang termasuk dalam HGU atau plasma. Status penerima juga bukan PNS, anggota TNI-Polri, serta pegawai BUMN atau BUMD. Lahan yang dibuka maksimal satu hektare per kepala keluarga.

Program pengembangan sawit masyarakat yang digulirkan Pemkab  Barito Timur merupakan bantuan biaya untuk pembukaan lahan sebesar Rp2,5 juta per hektare dengan luasan awal 800 hektare. Dana itu dialokasikan melalui APBD Perubahan 2022.

BACA JUGA:   Luas Lahan Program Sawit Masyarakat di Barito Timur Capai 848 Hektare

Untuk verifikasi CPCL akan dilakukan per kecamatan dengan melibatkan Koordinator BPP Kecamatan didampingi penyuluh pertanian, dan didampingi Kepala Bidang Perkebunan  Barito Timur.

“Setelah ditetapkan maka akan dilakukan pembukaan lahan dan pada 2023 akan dilanjutkan dengan pemberian bantuan bibit, sarana produksi pupuk dan obat-obatan,” kata Trikorianto.

(ANTARA)

(Visited 31 times, 1 visits today)