Asik Buka Judi Dadu Gurak Dekat Rumah Warga Sedang Berduka, Warga Katingan Ini Diamankan

IST/BERITA SAMPIT - Pelaku judi dadu gurak yang diamankan Polres Katingan.

KASONGAN – Polsek Katingan Tengah berhasil mengamankan terduga pelaku judi dadu gurak dengan inisial W warga Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Seorang laki-laki umur 46 tahun ini diamankan kepolisian saat dirinya asyik melakukan praktek perjudian di sekitar rumah warga yang sedang berduka tepatnya di Gang Salawah, Jalan Minun Dehen Desa Samba Danum, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Kapolres Katingan Paulus Sonny Bhakti Wibowo, melalui Kapolsek Katingan Tengah Iptu Affan Affandi Batubara, membenarkan kejadian tersebut. Terduga pelaku diamankan pada Minggu September 2022, sekira Pukul 22.00 WIB.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku yaitu berupa satu set peralatan dadu gurak terdiri dari tiga buah dadu warna merah putih, satu piring kecil warna Putih, dan satu mangkok plastik warna biru berlapis lakban hitam. Kemudian, satu buah handuk, satu lembar lapak karpet warna hijau serta bulatan kecil warna merah putih, serta uang yang diduga digunakan untuk taruhan sebesar Rp 221.000.

IST/BERITA SAMPIT – Barang bukti judi dadu gurak yang telah diamankan Polres Katingan.

“Saat personel melaksanakan giat patroli kepolisian rutin yang ditingkatkan atau KRYD di Wilkum Katingan Tengah. Personel mendapat informasi dari masyarakat bahwa di lokasi tersebut ada aktivitas perjudian jenis dadu gurak di sekitar rumah warga yang berduka,” tegas Kapolsek Iptu Affan Affandi Batubara.

BACA JUGA:   Curah Hujan Masih Tinggi, BPBD Katingan Akan Tetapkan Status Siaga

Sehingga dengan adanya laporan tersebut Personel langsung menuju ke tempat kejadian perkara, dan mengamankan seorang tersangka yang diduga sebagai bandar dadu gurak beserta barang buktinya kemudian digiring ke Mapolsek setempat.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dikenakan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 25 juta,” pungkasnya. (Annas).

(Visited 50 times, 2 visits today)