Penguat Smart City Tahun 2023, Pemkab Katingan Mulai Bangun Desa Terintegrasi Dan Berbasis Digital

ANNAS/BERITA SAMPIT - Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang, saat di wawancara usai penutupam penyusunan masterplan smart city, di aula kantor Bappelitbang Katingan.

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menyepakati beberapa program atau kegiatan pendukung mulai dari jangka pendek, menengah dan jangka panjang, setelah empat kali dilaksanakan bimbingan teknis penyusunan masterplan smart city (kota cerdas) sejak Juni 2022.

Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang menjelaskan dokumen masterplan smart city sangat membantu percepatan pembangunan yang terintegrasi dan berbasis digital.

“Sehingga diselaraskan dengan visi dan misi pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Katingan tahun 2018-2023 yang menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Katingan,” jelas Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang, saat saat penutupan secara resmi Bimbingan teknis penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City), di aula kantor Bappelitbang Katingan, Selasa 20 September 2022.

Ditegaskan juga, untuk mendukung program smart city telah dibangun infrastruktur salah satunya jaringan internet menggunakan kabel fiber optik bekerjasama dengan pihak ketiga yang terpusat di Diskominfopersantik Kabupaten Katingan dengan panjang kurang lebih 162 Kilometer. Kemudian sudah terpasang di seluruh OPD di Kasongan dan 6 kantor kecamatan yang telah dialiri listrik PLN, yaitu Kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sangalang Garing, Pulau Malan, Katingan Tengah, Kecamatan Tasik Payawan dan Kamipang.

BACA JUGA:   Ribuan Masyarakat Padati Stadion Sport Center Kasongan Ikuti Jalan Sehat HUT Ke-58 Partai Golkar

“Pemerintah daerah sudah membangun 94 BTS sudah aktif, 24 BTS sudah dibangun belum aktif, 48 BTS dalam tahap pembangunan, dan 4 BTS dalam tahap survey awal.  Jumlah ini akan terus bertambah untuk mengatasi blankspot dan lemah sinyal 4G di Kabupaten Katingan,”ungkap pecinta olahraga motor Trail ini.

Lanjutnya, mengingat wilayah Kabupaten Katingan terdiri atas kawasan perkotaan dan perdesaan, maka smart city ini bukan hanya dibangun pada daerah perkotaan saja, tetapi juga menjangkau perdesaan melalui desa digital sebagai salah satu penguat dalam pencapaian smart city.

BACA JUGA:   Momen Hari Sumpah Pemuda, Bupati Katingan Ajak Pemuda Berperan Aktif Dalam Proses Pembangunan

Sementara itu, Kepala Dinskominfopersantik Kabupaten Katingan Wim Ngantung, menambahkan untuk dukungan Pemerintah Pusat dalam hal penyediaan infrastruktur telekomunikasi melalui Program Percepatan Akselerasi sinyal 4G (internet) dalam kurun waktu tahun 2021 sampai tahun 2024.

“Hal ini dalam rangka membangun menara-menara telekomunikasi yang akan mengcover sinyal internet pada 108 Desa/Kelurahan yang masuk dalam kategori lemah dan blank spot sinyal yang akan menjadi salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan Kabupaten Katingan sebagai daerah Smart City,”terang Wim Ngantung.

Dengan adanya dukungan infrastruktur jaringan internet ini, kedepannya akan semakin baik di tingkat desa/kelurahan. “Tahun 2023 Pemerintah Daerah melalui Diskominfopersantik Katingan akan mulai membangun desa-desa dengan memanfaatkan tranformasi digital sebagai salah satu penguat Smart City,” pungkasnya. (annas)

(Visited 48 times, 1 visits today)