Dewan Minta Pemerintah Perhatikan Kebutuhan Listrik di Kalteng

IST/BERITA SAMPIT - Gedung DPRD Kalteng

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Muhajirin meminta kepada pemerintah baik pada tingkat pusat maupun daerah melalui PT PLN supaya dapat memperhatikan kebutuhan listrik di Kalteng.

Ia menjelaskan, listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang harus dapat dipenuhi, sebab hingga sampai saat ini khususnya di Kalteng masih banyak wilayah yang belum teraliri listrik terutama desa-desa yang ada di daerah-daerah.

“Seperti contohnya di Kabupaten Kapuas disana masih banyak desa yang belum menikmati listrik PLN. Belum lagi daerah-daerah lainnya di Kalteng, ini perlu menjadi perhatian pemerintah agar program listrik masuk desa lebih digencarkan lagi,” ucapnya melalui rilis yang diterima, Kamis 22 September 2022.

BACA JUGA:   Tiga Raperda di Tetapkan Sebagai Perda Provinsi Kalimantan Tengah

Ia menambahkan, untuk sekarang listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat maupun pemerintahan terutama di desa maupun kecamatan. Tanpa adanya listrik, tentu berbagai aktivitas di wilayah tersebut akan sedikit terkendala.

Selama ini kebanyakan desa untuk memenuhi kebutuhan listrik harus menggandalkan mesin genset yang tentunya hal ini akan banyak memakan biaya untuk memenuhi bahan bakarnya. Selain itu, listrik dari genset juga tidak dapat menyala full 24 jam, sehingga hanya bisa digunakan pada malam hari.

BACA JUGA:   Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan Masih Menjadi Aspirasi Utama Masyarakat DAS Barito

Oleh karena itu, sangat diharapkan pemerintah agar dapat fokus terhadap pemerataan pembangunan jaringan listrik di Kalteng ini hingga wilayah-wilayah pelosok agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan leluasa dan tentu hal ini akan berdampak terhadap kesejahteraan.

“Semoga saja pemerintah pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya bisa menggencarkan pembangunan jaringan listrik terutama di Kalteng, karena itu sangat diharapkan. Yang kita inginkan tidak ada lagi desa tertinggal di provinsi ini khususnya dalam hal kebutuhan listrik,” pungkasnya. (Hardi)

(Visited 9 times, 1 visits today)