ULM Gelontorkan Dana Sekitar Rp21 Miliar untuk Riset Bidang Lingkungan Lahan Basah

ANTARA/BERITA SAMPIT - Rektor ULM Prof Sutarto Hadi memberikan piagam penghargaan kepada Yulian Firmana Arifin dari Fakultas Teknik sebagai dosen terproduktif untuk penulisan jurnal, penulisan buku dan pengelola jurnal tahun 2022.

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelontorkan dana sekitar Rp21 miliar untuk riset yang utamanya bidang lingkungan lahan basah sesuai keunggulan perguruan tinggi negeri (PTN) terbesar dan terbaik di Kalimantan itu.

“Dana yang digelontorkan ini sebagai upaya meningkatkan publikasi dosen terutama riset lingkungan lahan basah yang sudah kami intensifkan sejak 2017,” kata Rektor ULM Prof Sutarto Hadi di Banjarmasin, Minggu 25 September 2022.

Ia mengatakan, ULM satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengusung lahan basah sebagai program unggulan. Sehingga pihaknya akan terus mendorong penerbitan atau publikasi penelitian dalam bidang lahan basah karena identitas Kalimantan Selatan memiliki ekosistem lahan basah seperti hutan bakau, gambut, dan rawa-rawa.

BACA JUGA:   Permudah Pengurusan Administrasi, Pemkot Banjarmasin Terapkan Pemanfaatan Tandatangan Elektronik

Sutarto berharap jumlah publikasi jurnal ilmiah tiap tahunnya meningkat yang didukung oleh tingkat kompetensi dosen yang semakin baik.

Adapun tolok ukur kualitas dosen salah satunya publikasi yang diterbitkan di jurnal yang terindeks di Scopus dan Web of Science, serta pemeringkat lainnya yang diakui pemerintah, terutama pengindeks publikasi ilmiah terpercaya di dunia.

Sutarto menyebut secara nasional ULM masuk 50 besar lembaga dan perguruan tinggi yang berkontribusi besar terhadap publikasi ilmiah.

Berdasarkan data yang tercatat di SINTA – Science and Technology Index, dalam hal publikasi ULM berada pada ranking 36 nasional.

Jumlah karya ilmiah dosen ULM yang terindeks di Scopus sebanyak 1.665 artikel. Dari jumlah tersebut, karya dosen ULM telah dikutip (disitasi) sebanyak 9.625 kali. Sementara untuk artikel yang terbit di Web of Science (WoS) sebanyak 373 artikel dan dikutip sebanyak 2.438 kali.

BACA JUGA:   Festival Pasar Terapung Kalsel Masuk Kharisma Event Nusantara

Sutarto mengakui peningkatan signifikan jumlah riset disebabkan kebijakannya tentang dosen wajib meneliti. Melalui program dosen wajib meneliti (PDWM) para dosen terpacu mengajukan proposal penelitian yang didanai oleh universitas.

“Dari tahun ke tahun jumlah penelitian terus meningkat hingga 2022 jumlah judul penelitian tercatat sebanyak 425,” ucapnya. (Antara).

(Visited 26 times, 1 visits today)