Tangkal LGBT Dengan Pendidikan Agama, Praktisi Pendidikan Kotim: Edukasi dan Awasi Pergaulan Anak

IST/BERITA SAMPIT - Praktisi Pendidikan Kotim Deny Hidayat.

SAMPIT – Akhir-akhir ini marak pemberitaan tentang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), yang ingin mengadakan suatu kegiatan di sekitaran Kalimantan Tengah, bahkan kota Sampit menjadi salah satu kota sosialisasinya. Hal ini tentu saja mendapat banyak pertentangan dan penolakan dari berbagai pihak.

Praktisi Pendidikan Kotim Deny Hidayat menegaskan LGBT ini penyakit menyimpang, jadi perlu penanganan dengan pendekatan yang humanis dan agamis.

Mereka ini harus disadarkan dengan nilai-nilai keagamaan dan pengenalan potensi diri, agar tidak melakukan penyimpangan dan mau merubah kebiasaannya.

Tentunya proses penyembuhannya perlu berkelanjutan dan dukungan semua pihak, terutama orang tua, keluarga dan lingkungan.

“LGBT ini dampaknya sangat merusak sekali baik dari sisi kesehatan dan moral, jadi kita harus edukasi anak-anak kita, terutama generasi muda usia produktif, agar menjauhi dan tidak ikut-ikutan pergaulan bebas, kita harus tangkal bersama perilaku menyimpang seperti LGBT ini berkembang dimasyarakat,” jelasnya, Selasa 4 Oktober 2022.

BACA JUGA:   Pemkab Kotim Berupaya Tingkatkan Penggunaan Bahasa Dayak

Menurut Pak Den sapaan akrabnya mengharapkan, peran pendidik disekolah dan orang tua di lingkungan keluarga untuk benar-benar mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama terhadap pergaulan sesama jenis yang mengarah pada perilaku-perilaku menyimpang.

Anak-anak perlu peningkatan nilai-nilai agama dan pendidikan keluarga yang tanggap dengan perkembangan zaman, anak juga perlu pendidikan yang membimbing mereka untuk memahami pengenalan diri dan karakter sikap, sehingga mereka dapat memahami perilaku sesuai gendernya.

Apa lagi LGBT ini mudah berkembang karena terjadi penyimpangan nilai-nilai pemahaman gender baik dari faktor lingkungan, keluarga dan genetika. Jadi pendidik dan orang tua harus mengenali betul potensi – potensi perilaku menyimpang pada anak ditiga hal tersebut.

BACA JUGA:   Ribuan Pelajar dan Mahasiswa Lewati Jalan Rusak di Sampit Demi Menuntut Ilmu

“Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut jika memang ada perilaku menyimpang yang terjadi pada anak. Awasi, edukasi dan tanamkan nilai-nilai keagamaan serta pendidikan keluarga,” kata Deny.

LGBT merupakan penyakit penyimpangan perilaku yang memiliki dampak kesehatan yang sangat berbahaya karena mudah tertular berbagai penyakit seperti HIV/AIDS dan sebagainya.

“Dari dampak sosial pun sangat mengkhawatirkan karena bisa merusak tatanan sosial. LGBT jelas dilarang oleh negara dan agama, namun dalam penanganannya harus ditangani secara humanis dan berkelanjutan dengan edukasi dan informasi yang jelas tentang larangan LGBT,” pungkasnya. (ilm).

(Visited 28 times, 1 visits today)