Tim Pencarian Bocah Tenggelam Terkendala Cuaca dan Minimnya Penerangan di Lokasi

IST/BERITA SAMPIT - Tim gabungan pencarian dan penyelamatan saat bersiap menyisir lokasi tenggelamnya bocah SD.

SAMPIT – Tim pencarian dan penyelamatan terhadap bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar terkendala cuaca dan minumnya penerangan di lokasi tenggelamnya bocah perempuan berinisial MJB (9) itu.

“Hingga saat ini pencarian terus dilakukan agar korban ditemukan secepatnya oleh tim yang terlibat, namun cuaca yang tidak mendukung dan malam hari menjadi kendala dalam pencarian korban,” ungkap Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Ahmad Januar, Selasa 4 Oktober 2022.

Pencarian itu melibatkan PMI, BPBD, Basarnas, Damkar dan sejumlah warga setempat. Menurut seorang relawan PMI bernama Ijul bahwa proses penyisiran sementara dihentikan, hanya saja dilakukan pemantauan bersama pihak keluarga.

BACA JUGA:   KPU Kotim Hadirkan Parpol untuk Memastikan Data Anggota yang Belum Diverfak

“Penerangan kita juga minim karena di lokasi sangat gelap, namun dari pihak keluarga sedang melakukan penyelaman secara tradisonal,” bebernya.

Camat Cempaga Hulu, Ubaidillah berharap korban dapat ditemukan secepatnya, dan ia mengaku akan memonitor proses pencarian tersebut di lokasi bersama sejumlah pihak.

“Saya sudah memantau proses pencarian sejak sore, korban adalah anak yang masih duduk di bangku kelas tiga SD,” ungkap Ubaidillah.

Sementata itu, insiden itu sekitar pukul dua siang, Selasa 4 Oktober sepulang sekolah korban bersama dua orang temannya sedang berenang di sungai tersebut, namun ternyata korban itu tidak bisa berenang, sehingga teman-temannya menyampaikan kejadian itu kepada orang tua korban.

BACA JUGA:   Dinsos Kotim Monitoring dan Berikan Bantuan Korban Kebakaran Rumah di Samuda

Kemudian orang tua korban dan teman korban beserta masyarakat melakukan pencarian untuk menyelamatkan korban, tetapi tidak ditemukan. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian dari Tim SAR baik Basarnas, BPBD Kotim, Damkar Kotim, PMI Kotim beserta masyarakat.

Pada saat berenang di sungai itu air sungai naik atau dalam sehingga korban dan kawan-kawannya memberanikan diri untuk berenang, tetapi mereka tidak mengetahui bahwa arus air sangat deras dan menyebabkan korban terseret arus.

(jmy)

(Visited 32 times, 1 visits today)