Perda Nomor 3 Tahun 2017 Untuk Menekan Pemakaian Lem Zat Adiktif

DEDDY/BERITA SAMPIT - Kabag Hukum Setda Barsel Rahmat Nuryadin, SH., MH.

BUNTOK – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang pengawasan, penjualan dan penyalahgunaan lem yang mengandung zat adiktif bertujuan untuk melindungi masyarakat terkait dengan efek samping pemakaian lem fox maupun obat-obatan terlarang lainnya yang mengandung zat adiktif yang dipergunakan tidak dengan peruntukannya apalagi yang digunakan anak-anak yang masih di bawah umur.

Dengan adanya Perda tersebut merupakan penjabaran atau tindak lanjut dalam melaksanakan ketentuan Pasal 179 Ayat (1) Huruf (f) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Salah satu poinnya, Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan dalam rangka melindungi masyarakat terhadap kemungkinan menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

BACA JUGA:   Pemkab Barito Selatan Tanam Padi Biofortifikasi

Adapun sanksi bagi penjual di ketentuan pidananya pada Pasal 16, mengatur bahwa setiap orang atau setiap bentuk usaha yang memperjual belikan lem yang mengandung zat adiktif kepada anak-anak dikenakan sanksi administratif berupa teguran hingga pencabutan izin usaha, denda sebesar Rp7.000.500, bahkan hingga kurungan penjara selama 3 bulan.

Dengan demikian, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Rahmat Nuryadin, SH., MH menyebutkan, bahwa untuk meningkatkan kesadaran terhadap pemakai, instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Barsel, Kesbangpol dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat, juga sudah menyosialisasikan terhadap anak-anak sekolah khususnya diawal ajaran baru, terhadap bahaya penggunaan lem fox tersebut maupun obat-obat terlarang lainnya.

BACA JUGA:   UMK Barsel Tahun 2023 Naik 8,73 Persen

“Dalam memberikan edukasi peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anaknya selama 24 jam sebab pemerintah ataupun orang lain terbatas pengawasannya. Sehingga, peran orang tua itu sendirilah yang sangat penting untuk pengawasan anaknya,” beber Rahmat, Selasa 15 November 2022 saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Dia, dalam mendukung penegakan ataupun pengawasan penggunaan lem fox maupun obat-obatan terlarang lainnya, peran orang tua, masyarakat, tokoh agama maupun tokoh masyarakat juga sangat diharapkan.

“Yakni untuk bisa memberikan edukasi maupun pengawasan terhadap anak-anak maupun di lingkungan sekitarnya,” pungkas Rahmat Nuryadin. (ded).