Tim PKM UPR Kolaborasi Dengan Sekolah Dalam Memperteguh Karakter Cinta Damai Melalui Moderasi Beragama

IST/BERITA SAMPIT - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UPR foto bersama Kepala Sekolah dan Siswa/Siswi SMPN 6 Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Sikap menghargai perbedaan, saling toleransi dan tidak melakukan perundungan (Bullying) kepada orang lain merupakan suatu nilai positif yang patut untuk terus disebarluaskan. Dengan adanya nilai-nilai tersebut tentunya akan berdampak kepada kehidupan yang rukun, damai dan saling menyayangi antara manusia yang satu dengan yang lainnya.

Dengan demikian, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Palangka Raya (UPR) berkolaborasi bersama SMPN 6 Palangka Raya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan dengan topik Memperteguh Karakter Cinta Damai Melalui Moderasi Beragama Dalam Perspektif Heteroginitas Berbasis Kearifan Lokal di Palangka Raya tersebut diketuai oleh Suprayitno, S.AN.,M.A.P dari FISIP UPR dan beranggotakan Triyani, S.Pd.,M.Pd dari FKIP UPR bersama 3 mahasiswa yaitu Sekar Dwianti dari FKIP UPR serta Indera Atma Wijaya dan Aulia Priastizha dari FISIP UPR.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 15 November 2022 tersebut diikuti oleh perwakilan guru dan juga siswa/siswa kelas VII, VIII dan IX SMPN 6 Palangka Raya yang berasal dari berbagai suku, agama dan latar belakang.

BACA JUGA:   Sempat Tertunda, Pildek Fisip UPR Kembali Bergulir

Kegiatan berlangsung menarik, karena selain adanya sosialisasi cinta damai juga diselingi dengan permainan-permainan yang seru tentang nilai-nilai budaya di Kalimantan Tengah yang syarat akan nilai-nilai luhur cinta damai.

Suprayitno selaku Ketua Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh dana hibah PKM dari LPPM Universitas Palangka Raya.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan toleransi dan menciptakan kehidupan yang rukun pada siswa-siswi tidak hanya di SMPN 6 tetapi juga harapannya di kehidupan bermasyarakat yang lebih luas,” kata Suprayitno.

“Nilai-nilai luhur gotong-royong, kebersamaan, toleransi, rukun dan hidup berdampingan yang ada pada falsafah huma betang menjadi pedoman dalam kehidupan yang harus terus di sebarluaskan pada masyarakat,” sambungnya.

Dia juga mengatakan bahwa siswa dan siswi harus menanamkan nilai-nilai Huma Betang dengan sikap anti perundungan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

BACA JUGA:   Pengurus Masjid Kampus Shalahuddin UPR Gelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Fardhu Kifayah Pengurusan Jenazah

“Khusunya bagi siswa – siswi, kita korelasikan nilai-nilai Huma Betang dengan sikap anti perundungan baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Perundungan bisa berbentuk verbal ataupun non verbal sehingga harapannya siswa mampu memahami hal tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Palangka Raya Slamet Miharto menyambut baik adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh tim dari Universitas Palangka Raya di SMPN 6 Palangka Raya.

“Kegiatan semacam ini sangat baik sebagai upaya memberikan pemahaman baru dan wawasan baru bagi kami keluarga besar SMPN 6 Palangka Raya,” ujar Slamet.

Slamet juga berharap agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan SMAN 6 siap berkolaborasi dan bekerja sama. “Harapannya kegiatan kolaborasi seperti ini akan terus berlanjut dan SMPN 6 Palangka Raya akan dengan senang hati menjalin kerjasama lagi kedepannya,” pungkas Slamet. (Rahul).