Dinkes Palangka Raya Tingkatkan Penanganan Kesehatan Korban Banjir

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Andjar Hari Purnomo. (ANTARA/Rendhik Andika)

PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), meningkatkan upaya penanganan kesehatan warga terdampak bencana banjir kiriman yang melanda daerah setempat.

“Sejak 14 November lalu sampai akhir pekan kemarin, kami mencatat 1.531 warga korban banjir mengalami gangguan kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo di Palangka raya, Senin 28 November 2022.

Warga yang mengalami gangguan tersebut tidak hanya berasal dari posko pengungsian, tetapi juga ada masyarakat yang berada di rumah atau yang mengungsi di rumah kerabat.

“Sebagian besar warga mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan alergi kulit. Sementara sisanya adalah penyakit lain yang umumnya berkaitan dengan kesehatan lingkungan mulai dari nyeri otot, keluhan lambung, diare, sakit kepala, demam, hingga hipertensi akibat tekanan darah meningkat,” katanya.

BACA JUGA:   Kapolresta Sampaikan Statement terkait Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuh Polisi di Palangka Raya

Pihaknya pun memastikan ketersediaan pertolongan medis berupa obat-obatan bagi masyarakat yang terjangkit penyakit akibat banjir di wilayahnya aman dan cukup.

“Obat-obatan kami pastikan aman, ya, bahkan sejak hari pertama banjir, bantuan sudah datang. Kami juga telah menyiagakan tim medis di sejumlah posko banjir dan tempat-tempat pengungsian serta permukiman masyarakat,” katanya.

Andjar pun meminta masyarakat turut aktif menjaga kesehatan selama musim hujan masih melanda. Tak terkecuali bagi warga yang sampai saat ini masih terdampak banjir.

Caranya, dengan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga pemenuhan asupan gizi tubuh dan minum vitamin jika diperlukan.

BACA JUGA:   Polresta Palangka Raya Berhasil Ungkap Sejumlah Kasus Tindak Pidana Narkotika Periode Januari 2023

Sementara itu, sampai Senin (28/22) BPBD Kota Palangka Raya mencatat, banjir luapan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan yang melintasi kota setempat mengakibatkan 8.033 kepala keluarga yang terdiri dari 29.695 jiwa warga dan 6.911 rumah warga terdampak.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah menerapkan daerah setempat masuk kategori status tanggap banjir, sehingga berbagai upaya penanganan bagi warga terdampak banjir akan terus dilakukan secara intensif.

Apalagi, lanjut dia, berdasarkan informasi BMKG sampai awal tahun depan hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Kalteng, termasuk Kabupaten Gunung Mas dan Kota Palangka Raya. Kabupaten Gunung Mas merupakan daerah yang menjadi hulu sungai yang alirannya melintasi wilayah Kota Palangka Raya.

(ANTARA)