Fatayat NU Kotim Gelar Seminar Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan

IST/BERITA SAMPIT - Suasana seminar  Fatayat NU Kotim tentang keperempuan.

SAMPIT – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama ( PC. Fatayat NU ) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar seminar keperempuan untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan yang terjadi saat ini.

Seminar keperempuan ini diberi tema ” Edukasi peran perempuan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan” Karena saat ini peran perempuan sangat dibutuhkan dalam pembangunan dengan segala kondisi dan situasi.

Ketua Panitia Pelaksana, Sri Subyati menjelaskan dilaksanakan kegiatan ini perempuan pengetahuan dan memahami dalam mencega kekerasan terhadap perempuan. Hal itu merupakan tanggung jawab bersama agar kekerasan terhadap perempuan bisa di minimalisir.

BACA JUGA:   Dinilai Kurang Terang, Bupati Kotim Akan Tambah LED Tiang PJU Nur Mentaya

“Kita harus memahami terutama bagi peserta kegiatan karena perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah emosional yang membuat perempuan rentan dengan kekerasan,” ujar Sri Subyati, Senin 28 November 2022.

Forisni Aprilista selaku narasumber menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan memiliki dampak korban baik secara fisik maupun mental. Menurutnya kekerasan terhadap perempuan saat ini banyak diungkapkan oleh pihak terkait.

“Positifnya saat ini, perempuan telah berani melapor kepihak yang berwajib apa yang dialaminya, LSM Lintera Kartin siap membantu para korban yang mengalami kekerasan,” ujar Forisni Aprilista.

BACA JUGA:   Bakal Calon Titipan "Istana" Gagal Mendaftar Musda KNPI Kotim

Sementara itu, Narasumber lain Maya Annisa Lestar bahwa kekerasan terhadap perempuan dapat dicegah dengan menguatkan hubungan antar korban dengan orang lain, memberdayakan perempuan memastikan pelayanan kekerasan pada perempuan, mengurangi kemiskinan, membuat lingkungan menjadi aman, mencegah kekerasan pada anak dan remaja dalam perubahan sikap kepercayaan norma masyarakat yang lebih baik.

“Misalnya saat ini isu mengenai kekerasan terhadap perempuan baik di media massa dalam kehidupan sosial atau pada realita yang ada bisa dicegah dengan beberapa poin sebelumnya,” pungkasnya.

(Ibra)