Gedung SDN 1 dan SMP 1 Teluk Pulai Kumai Rusak Berat, Plt. Sekda Kobar: Secara Prinsip Pemkab Sudah Lakukan Deteksi Dini

Ist/BERITASAMPIT : Mina Irawati dan Anggota Dewan Dapil IV lainnya, saat reses menumukan 2 sekolah SDN dan SMP yang rusak berat di Teluk Pulai Kecamatan Kumai.

PANGKALAN BUN – Gedung SD Negri 1 dam SMPI 1 Teluk Pulai Kecamatan Kumai Kabupaten Kobar, rusak berat akibat sebagian tanahnya amblas. Terkait hal itu Pemkab Kobar secara prinsip sudah melakukan deteksi dini, terhadap kerusakan sekolah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Pj.Bupati KobarAnang Dirjo, melalui Plt.Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar Juni Gultom, saat dikonfirmasi Berita Sampit, Rabu 30 November 2022.

“Terkait sekolah rusak berat, ya, sudah saya laporkan kepada beliau (Pj Bupati Kobar.red). Dan beliau sudah menegaskan agar segera ambil langkah cepat dan tepat sesuai ketentuan, meminta dinas teknis untuk  tender dini sehingga bisa swgera diperbaik, karena anggarannya telah tersedia,“ kata Juni Gultom.

Seraya menambahkan, Pemkab mengucapkan terimakasih pepada jajaran Anggota DPRD Dapil IV saat melakukan reses kedaerah menemukan dua sekolah yang rusak berat, dan langsung melaporkan ke Pememerintah Daerah.

Terpisah, Mina Irawati Ahmadi Riansyah dengan anggota Dewan Dapil IV lainnya yang sudah melakukan reses kesejumlah desa di Kecamatan Kumai. Langsung melihat kondisi bangunan SDN 1 dan SMPN 1 Teluk Pulai Kecamatan Kumai.

“Ruangan belajar dan ruangan kantor hancur parah, karena tanahnya amblas dan hampir dua tahun ini terpaksa harus bergiliran menggunakan ruang kelas yang masih bisa di manfaatkan,“ kata Mina Irawati.

BACA JUGA:   Meningkatkan Kebersamaan, CBI Group Pangkalan Bun Gelar Jalan Sehat

Hasil reses ini telah di sampaikan kepada Pemerintah daerah Kobar, agar pembangunan gedung sekolah di Desa Teluk Pulai menjadi prioritas, agar para murid bisa kembali belajar dimasing-masing kelasnya.

“Melihat kondisi itu terus terang saja kami sangat prihatin dimana keberadaan desa Teluk Pulai ini sangat jauh dari kota, untuk sampai ke desa itu harus melalui jalur air melintas laut, mungkin karena jauh dari kota inilah sehingga lepas dari perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, sangat ironis,” pungkas Mina Irawati Ahmadi Riansyah dari Fraksi PDI Perjuangan.

Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, kata Mina Irawati di sekolah itu tidak pernah di adakan apel upacara maupun senam karena tidak ada lapangan, sebab lapangannya becek bisa di bilang seperti ditepi sungai yang berlumpur.

“Sarana dan prasarana pendidikan d desa Teluk Pulai terutama begitu memprihatinkan, ditengah melimpahnya sumber daya alam yang kita miliki, masih ada anak anak kita belajar di dalam ruangan yang hancur, dimana ruang belajar yang harusnya dapat kita nikmati malah sebaliknya sangat mengecewakan karena tidak layak untuk digunakan lagi,” ucap Mina Irawati Ahmadi Riansyah.

BACA JUGA:   Dandrem 102/Panju Panjung: Sebagai Prajurit Kita Harus Tahu Betul Tugas TNI Itu Apa

Menurutnya, adapun ruangan yang bisa digunakan hanya ruang kelas 1, 2 dan 3, di mana ketiga ruangan itu di gunakan untuk kantor dan ruangan 1 maupun 2 nya di gunakan untuk ruang belajar dari kelas 1 sampai kelas 6. Penggunaan ruangan itu bergantian.

“Rusaknya bangunan sekolah di desa Teluk Pulai karena kurangnya perhatian dari dinas terkait, kalau Dinas tanggap tidak mungkin sampai bertahun tahun, dan yang lebih memperihatinkan lagi di mana kepala sekolah pun jarang datang atau tidak epektif sebagai mana mestinya,” papar Mina Irawati.

Selain itu di Desa  Teluk Pulai juga kekurangan gura, yang ada saat ini hanya tenaga honor,  baik untuk SDN 1 Teluk Pulai maupun SMPN 1 Teluk Pulai, permasalahannya sama.

Minimnya sarana dan prasarana pendidikan, kurangnya guru dan kepala sekolah yang tidak pernah ada di tempat. Hal ini harus di segera di tangani oleh pemerintah daerah,mengingat pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus di penuhi oleh pemerintah daerah. (Man)