BPS Kalteng Sampaikan Data IHK November 2022

Hardi/BERITA SAMPIT - Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro saat menyampaikan rilis IHK

PALANGKA RAYA – Badan Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro menyampaikan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2022, di Kantor BPS setempat, Kamis 1 Desember 2022.

Menurut Eko, perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2022 secara umum di Kota Palangka Raya menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada November 2022 di Kota Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,21 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,37 pada Oktober 2022 menjadi 114,61 pada November 2022.

Tingkat inflasi tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 6,28 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2022 terhadap November 2021) sebesar 7,33 persen.

“Inflasi bulanan (0,21 persen) di Kota Palangka Raya terjadi karena kenaikan nilai indeks harga konsumen di beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi (1,66 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,42 persen), kelompok kesehatan (0,39 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,36 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,15 persen), dan kelompok pakaian dan alas kaki (0,02 persen). Kelompok pendidikan dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya relatif stabil,” ucapnya.

Sementara itu terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,13 persen), kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan (0,03 persen), dan kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,03 persen).

Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi di Kota Palangka Raya pada November 2022 antara lain angkutan udara, beras, rokok kretek filter, ikan asin sepat, emas perhiasan, bawang merah, ikan baung, pelumas/oli mesin, ikan gabus, dan semangka.

BACA JUGA:   Fisipol UMPR Buka Prodi Baru Bisnis Digital

“Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain minyak goreng, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, kacang panjang, ketimun, daging ayam ras, ikan patin, cabai merah, tempe, kol putih/kubis,” jelasnya.

Sementara inflasi tahun kalender (6,28 persen) terjadi karena peningkatan indeks kelompok kelompok transportasi (16,89 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin (6,96 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (6,88 persen), dan kelompok makanan, minuman dan tembakau (6,37 persen).

Inflasi tahun ke tahun (7,33 persen) di Kota Palangka Raya disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen pada beberapa kelompok pengeluaran, antara lain pada kelompok transportasi (21,92 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (7,77 persen), dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (7,70 persen).

Searah dengan Kota Palangka Raya, perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2022 di Sampit secara umum juga menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada November 2022 di Sampit mengalami inflasi sebesar 0,08 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 116,56 pada Oktober 2022 menjadi 116,65 pada November 2022.

Tingkat inflasi tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 5,69 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2022 terhadap November 2021) sebesar 6,38 persen.

Inflasi pada November 2022 (0,08 persen) di Sampit terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran, yaitu pada kelompok kesehatan (0,60 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,30 persen), kelompok transportasi (0,16 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,13 persen), kelompok rekreasi, olahraga dan budaya (0,11 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,08 persen), dan kelompok pakaian dan alas kaki (0,06 persen). Kelompok pendidikan relatif stabil.

BACA JUGA:   Kwarda Kalteng Kirim 16 Peserta Ikuti KBN Nasional di Bengkulu

“Sementara itu terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air dan listrik (0,10 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin (0,07 persen), dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan (0,06),” lugasnya.

Ia juga menambahkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan indeks harga dan memberikan andil inflasi di Sampit pada Oktober 2022 antara lain tomat, kangkung, rokok kretek filter, telur ayam ras, bawang merah, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, angkutan udara, rokok kretek, minyak goreng, dan susu bubuk untuk balita.

Sementara itu beberapa komoditas yang mengalami penurunan indeks harga antara lain cabai rawit, ketimun, kacang panjang, udang basah, daging ayam ras, beras, ikan selar/tude, bahan bakar rumah tangga, pisang, dan bayam.

Inflasi tahun kalender (5,69 persen) terjadi karena peningkatan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran, yaitu pada kelompok transportasi (13,58 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (7,36 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (6,16 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (5,99 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (4,54 persen), serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (4,31 persen).

Inflasi tahun ke tahun (6,38 persen) disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi (14,62 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (7,36 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (7,15 persen), dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau (7,03 persen). (Hardi)