MES Tingkatkan Literasi Masyarakat Ekonomi Syariah

IST/BERITA SAMPIT - Suasana Kegiatan Seminar Edukasi Ekonomi Syariah PW MES Kalimantan Tengah Tahun 2022

PALANGKA RAYA – Pengurus Wilayah (PW) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota dan Pengurus Wilayah MES Kalimantan Tengah mengadakan Kegiatan Seminar Edukasi Ekonomi Syariah PW MES Kalimantan Tengah Tahun 2022, Kamis 1 Desember 2022.

Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri mengatakan, kegiatan Seminar Edukasi Ekonomi Syariah dalam rangka untuk meningkatkan literasi dan edukasi kepada masyarakat berkenaan dengan ekonomi syariah.

“Kegiatan ini dengan pemateri beragam diantaranya MUI selaku organisasi islam juga dari perguruan tinggi Fakultas ekonomi bisnis islam IAIN dan bank Indonesia. Edukasi Ekonomi Syariah diharapkan dapat menjadi kepastian hukum bagi kaum muslim untuk mendapatkan produk halal sesuai dengan syariat islam,” ucapnya melalui keterangan yang diterima, Jumat 2 Desember 2022.

BACA JUGA:   Wagub Kalteng: Momen Nataru Sangat Berdampak Terhadap Inflasi

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM) Suhaemi menyampaikan, kegiatan PW MES Kalimantan Tengah, dapat mengedukasi masyarakat dan membentuk perkembangan ekonomi syariah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah, Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peluang berkembang yang sangat tinggi di Indonesia namun indeks literasi ekonomi dan keuangan di Indonesia masih belum maksimal meskipun Indonesia dengan jumah umat muslim terbesar di dunia.

BACA JUGA:   Abdul Razak Apresiasi Pembangunan Gedung SDIT Muhammadiyah

“Diharapkan dibentuknya MES di Kalteng untuk mengawal perkembangan ekonomi syariah di Kalteng agar semakin berkembang dengan baik bagi umat islam,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM) Suhaemi.

Melalui edukasi Ekonomi Syariah yang dilakukan PW MES Kalimantan Tengah Tahun 2022 ini, diharapkan dapat mengembangkan ekonomi syariah di Kalteng secara luas.

“Edukasi ini juga mengawal masyarakat untuk dapat memperoleh produk makanan halal melalui pelaku usaha yang telah menerapkan ekonomi syaraiah secara benar dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Hardi)