Pemkot Palangka Raya Tingkatkan Pelayanan Kesehatan terhadap ODHA

Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Fairid Naparin. (ANTARA/Rendhik Andika)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Pemkot Palangka Raya sendiri akan terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan agar ODHA tidak bertambah di sini,” kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Palangka Raya, Minggu 4 Desember 2022.

Salah satu upaya itu dilakukan dengan melaksanakan jemput bola layanan perawatan dukungan, dan pengobatan (PDP) bagi orang dengan HIV/AIDS atau terhadap kelompok orang dengan risiko tinggi terkena HIV/AIDS secara berkala.

Selain itu layanan kesehatan juga dilakukan dengan memberikan informasi yang baik dan lengkap tentang kebutuhan dan yang dibutuhkan untuk menekan angka penyebaran “human immunodeficiency virus” atau HIV.

BACA JUGA:   Rayakan Imlek 2574, Warga Keturunan Tionghoa Palangka Raya Lakukan Puja Bakti

Fairid pun mengajak masyarakat di “Kota Cantik”, terutama seluruh anggota keluarga dan lingkungan, agar menjauhi kegiatan yang dapat menyebabkan menyebarnya virus HIV/AIDS.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma bahwa ODHA harus dijauhi. Padahal sejatinya yang dijauhi ini virusnya bukan penderitanya,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama dengan Komisi Penanggulangan HIV-AIDS (KPA) juga terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi bahaya penularan HIV-AIDS.

Dia mengatakan, sosialisasi itu setidaknya merupakan langkah Pemkot Palangka Raya untuk memutus mata rantai penyebaran dan mengetahui bahayanya virus yang menyerang kekebalan tubuh itu.

BACA JUGA:   KPU Kalteng Gelar Uji Publik Rancangan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Pemilu 2024

Pentingnya upaya bersama dalam penanggulangan HIV-AIDS tersebut, tidak lain dimaksudkan untuk menekan laju penularan HIV-AIDS, serta meningkatkan kualitas hidup ODHA penderita HIV-AIDS.

“Sosialisasi juga terus digencarkan. Selain untuk mencegah, juga mengharapkan semua kalangan untuk mensosialisasikannya di masyarakat. Terutama, terkait pencegahan dini HIV/AIDS, yang dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat Kasus HIV/AIDS di kota setempat pada 2021 tercatat sebanyak 119 orang laki-laki 92 orang dan perempuan 27 orang. Kemudian pada periode Januari-Mei 2022 terdapat 49 orang terdiri dari laki-laki 43 orang perempuan 6 orang.

(ANTARA)