Organda Kotawaringin Timur Tolak Ide Hapus Subsidi BBM

NACO / BERITA SAMPIT - Ketua Organda Kabupaten Kotawaringin Timur, Akhmad Karya Pelita.

SAMPIT – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secata tegas menolak ide dari organisasi Angkutan Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) yang mengusulkan dicabutnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar atau menjadikan BBM satu harga Khususnya di wilayah Kotawaringin Timur.

“Kami Organda sangat tidak sepakat dengan ide hapus subsidi BBM tersebut, kami menolak, karena kita masih membutuhkan BBM Subsidi ini untuk kegiatan ekonomi masyarakat, kalau dicabut dampaknya akan sangat besar di kalangan masyarakat,” kata Ketua Organda Kotim, Akhmad Karya Pelita, Rabu 7 Desember 2022.

Menurutnya jika ALFI ingin menggunakan solar non subsidi lebih baik lagi, namun yang jelas anggota dari Organda ini saat ini masih memerlukan solar subsidi itu, untuk angkutan barang dan angkutan umum.

“Kalau rekan-rekan di ALFI mau pakai non subsidi ya silakan, tapi kami Organda akan terus memperjuangkan dan mengawal subsidi BBM Solar itu,” tegasnya.

Menurut Akhmad Karya Pelita, pemerintah tidak mungkin sembrono memutuskan subsidi itu dan dirinya yakin pemerintah akan tetap memberikan subsidi BBM ini.

BACA JUGA:   Pemeran Video Mesum di Sampit Sudah Diperiksa, Polisi Incar Penyebar Video

Di sisi lain kata dia pemberitan subsidi ini tentunya sudah dikaji secara mendalam dan tidak asal-asalan. Seandainya jika subsidi BBM ini dicabut seluruhnya akan berdampak sistemik.

“Kita yakin pemerintah sudah memikirkan dampak-dampaknya kalau subsidi ini dicabut khususnya terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, jadi tidak serta merta mau dicabut begitu saja subsidi, inikan perintah undang-undang tidak bi a di sini dicabut di sana ada subsidi tidak bisa begitu,” tukasnya.

Menurut Organda dengan dicabutnya subsidi BBM ini akan berdampak kesemua lini. Maka dari itu gagasan untuk mendesak pemerintah mencabut subsidi BBM ini sangat tidak bijaksana dan tidak berpihak kepada ekonomi masyarakat bawah yang hidup sehari-hari menggunakan BBM subsidi.

Khusus di Kotim kata dia ada dua SPBU yang melayani pengisian BBM untuk 580 armada yang tergabung dalam Organda, yakni SPBU Jalan Jenderal Sudirman Km 2 dan SPBU Bundaran KB Jalan HM Arsyad, Sampit.

Kuota BBM di SPBU Jalan Jenderal Sudirman Km 2 sebanyak 8.000 liter setiap kali kedatangan. Sebanyak 5.000 liter didistribusikan kepada truk angkutan dan sisanya untuk pengisian bus, armada elpiji, pemadam kebakaran, dan ambulans. Di Bundaran KB, kuota sebanyak 7.500 liter. Setelah habis pengisian, SPBU langsung melapor ke Pertamina, sehingga aktivitas mereka tidak hanya diawasi masyarakat, namun juga langsung dari Pertamina.

BACA JUGA:   Warga Minta Petugas Dishub Juga Berjaga di Sekitar Bundaran KB Sampit

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Tengah mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM untuk mencabut jatah solar subsidi, khususnya di wilayah Kalimantan. Hal itu disampaikan di sela musyawarah ALFI Kalteng di depan Wakil ketua Umum ALFI, Selasa 6 Desember 2022.

Sekretaris Umum DPW ALFI Kalteng Budi Hariyono mengatakan, pengusaha logistik yang bisa menikmati BBM subsidi tersebut sangat minim. Padahal, ALFI merupakan ujung tombak penyediaan logistik di wilayah Kalteng.

Ia juga menuturkan, ALFI menyepakati aspirasi penghapusan BBM subsidi melalui muswil. Pihaknya akan mengajak provinsi lainnya di wilayah Kalimantan untuk mendesak pemerintah pusat menghapus subsidi BBM jenis solar.(naco)