Kipan A Yonif R 631/Atg Gandeng Dinas Kesehatan Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

510
PENYULUHAN/IST/BS-Kompi senapan A Yonif R 631/Antang melaksanakan kegiatan sosialisasi penyuluhan kesehatan tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, di Aula Kipan A Yonif R 631/Atg Jalan Tjilik Riwut Km 0.5, Sampit, Kotawaringin Timur, Senin  (18/2/2019).

Editor: A Uga Gara

KOTAWARINGIN TIMUR – Kompi senapan A Yonif R 631/Antang melaksanakan kegiatan sosialisasi penyuluhan kesehatan tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, di Aula Kipan A Yonif R 631/Atg Jalan Tjilik Riwut Km 0.5, Sampit, Kotawaringin Timur, Senin (18/2/2019).

“Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Komandan Kompi Senapan A Yonif R 631/Atg Lettu Inf Edward Marthin Sirait.

Dankipan A Yonif R 631/Atg Lettu Inf Edward Marthin Sirait mengatakan, sosialisasi melibatkan prajurit dan Persit dari Kipan A Yonif R 631/Atg untuk memberi pemahaman tentang bahaya akibat penggunaan narkoba, serta mengetahui bahaya HIV/AIDS, sehingga mampu menjauhkan diri dari dua hal tersebut. Bahwa upaya untuk mencegah bahaya Narkoba dan HIV/AIDS membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan menyeluruh.

Baca Juga:   Kado Awal Tahun, Korem 102/Panju Panjung Terima Dua Pucuk Senpi dari Warga

Selain itu juga, ketua Tim bapak Nugroho Kuncoro Yudho menjelaskan, Narkoba adalah Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif lainnya yang berasal dari tanaman dan bahan sintesis, dan peredarannya sudah merambah ke sekolah sekolah dengan berbentuk permen.

Banyak jenis narkoba di antaranya yaitu seperti ganja, sabhu-shabu, Putauw dan ekstasi. Penyebab penyalahgunaan Narkoba ada beberapa factor, yaitu faktor sosial budaya dan faktor lingkungan. Tanda tanda pecandu atau pengguna narkoba adalah, tanda fisik berupa mata merah, kulit pucat. Dan tanda pada sikap yaitu, mudah tersinggung, depresi, tanggapan lambat.

Baca Juga:   Satgas Pamtas Tutup Lima Titik "Jalan Tikus" Perbatasan RI-Malaysia

Ditambahkan juga oleh dr. Ana Setiowati, penularan virus HIV/AIDS umumnya disebabkan penggunaan jarum suntik yang tidak steril, termasuk dalam hal ini pengguna narkoba, hubungan seks yang tidak aman, serta transfusi darah yang tidak terdeteksi.

“Penyuluhan ini jangan hanya dianggap sekedar peringatan saja, namun harus dicegah serta wajib dihindari, tiada ampun bagi siapapun yang menggunakan Narkoba.” pungkas Dankipan A Yonif A 631/Atg mengakhiri.

(rls/beritasampit.co.id)