Milenial Punya Usaha UMKM? Tokoin Siap Bantu

457
Tokoin bantu milenial yang punya UMKM untuk menjadi digital

Jakarta – Generasi milenial memiliki kecenderungan untuk memilih berwirausaha ketimbang bekerja menjadi karyawan di perusahaan. Itu sebabnya kini banyak kedai-kedai kopi, bisnis clothing atau kuliner yang digawangi oleh para milenial.

Biasanya salah satu tantangan yang dihadapi para milenial ini ketika ingin mengembangkan usahanya adalah membangun reputasi agar dipercaya oleh institusi keuangan ketika akan meminjam uang untuk pengembangan bisnis.

Nah disampaikan CEO Tokoin, Reiner Rahardja, tantangan itu bisa dijawab dengan penggunaan platform digital Tokoin buatan anak bangsa berbasis blockchain, yang dapat membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga:   Rahmat Rifaldi, Pelajar Berpenghasilan Puluhan Juta dari Mengolah Telur

Secara sederhana, Reiner menjelaskan, lewat Tokoin, nantinya UMKM akan difasilitasi untuk membangun kredibilitas serta reputasi bisnisnya memanfaatkan blockchain.

Mereka akan memiliki sistem pencatatan digital yang real time. Hal ini biasanya tidak dimiliki oleh pebisnis pemula sehingga sulit mendapatkan credit scoring dari lembaga keuangan.

“Jadi Tokoin itu platform digital tapi pakai teknologi blockchain. Ini terjadi transaksi dan ada database. Platform kita arahnya menyatukan buyer, seller dan partners. Ini satu-satunya di Indonesia,” ujar Reiner.

Senada dengan Reiner, Chief Technology Officer Ralali.com Irwan Suryady mengatakan, Tokoin menawarkan sistem pendataan yang terintegrasi secara reaI-time, kredibel serta transparan bagi pelaku UMKM dalam mengelola data usaha mereka, sehingga memudahkan mereka mengembangkan bisnis.

Baca Juga:   Go-Food Berkontribusi Rp 18 Triliun Dari Mitra UMKM

“Mempersiapkan pelaku UMKM Indonesia menuju lndustri 4.0 tidak lepas dari hanya sekedar mengedukasi dan memberikan pelatihan tentang ekonomi digital, lebih dari itu para pelaku teknologi dan pihak-pihak yang terlibat harus mampu menghadirkan kemudahan dengan menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif,” tandas dia.