Pemkab Seruyan Gelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan

AHMAD/BERITA SAMPIT - Bupati Seruyan Yulhaidir saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sabtu 22 Agustus 2020 di Ballroom Aquarius Hotel.

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sabtu 22 Agustus 2020 di Ballroom Aquarius Hotel.

Rakor yang dihadiri oleh Bupati Seruyan Yulhaidir, Wakil Bupati Seruyan Iswanti, Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo, Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro beserta PJU dan kapolsek jajaran.

Selain itu, hadir Kepala BPBD Propinsi Kalteng Darliansyah mewakili Gubernur Kalteng, Dandim 1015 Sampit Letkol Akhmad Safari dan Perwira Penghubung Kodim 1015/Sampit Mayor Inf Bambang Waluyo, perwakilan PBS, dan turut dihadiri oleh seluruh camat dan kepala desa se-Kabupaten Seruyan.

Bupati Seruyan Yulhaidir dalam sambutannya saat mengatakan, berdasarkan data bahwa Kabupaten Seruyan pada tahun 2019 lalu menempati urutan ke-2 dari 14 kabupaten kota di Kalteng dalam hal titik hotspot yakni sebanyak 3.453 titik hotspot dan kejadian karhutla sebanyak 279 kali dengan luasan total karhutla seluas kurang lebih 2.000 hektar.

BACA JUGA:   Implementasi Tipe A Polda Kalteng Dimonitoring dan Dievaluasi

“Hal ini tentunya menjadi catatan khusus bagi kita semua dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan agar hal tersebut tidak terulang kembali di tahun 2020 ini,” kata Yulhaidir.

Menurut Yulhaidir, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini tidak akan efektif apabila hanya mengharapkan pemerintah ataupun pihak TNI dan polri.

“Untuk itu, peran dari tokoh masyarakat, tokoh adat maupun relawan menjadi sangat penting guna turut membantu upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ucapnya.

BACA JUGA:   Polsek Seruyan Hilir Gelar Patroli KRYD

Disamping itu, Bupati Seruyan juga mengimbau, agar seluruh perkebunan sawit (PBS) yang berada di wilayah Seruyan untuk dapat ikut berperan aktif serta bersinergi dengan Pemkab Seruyan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, terutama di areal sekitar perusahaan.

“Dengan adanya rapat koordinasi ini, saya berharap semua stakeholder dapat berperan aktif serta bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla ini agar Kabupaten Seruyan dapat terbebas dari bencana asap,” harapnya.

Dengan kegiatan tersebut, lanjut Bupati, untuk meningkatkan sinergitas serta menyamakan persepsi antar stakeholder dan menyusun langkah strategis dalam upaya mewujudkan Kabupaten Seruyan tahun 2020 bebas bencana asap disetiap lini. Mulai dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat desa. (ASY)