Pemprov Kalsel Kirim Personel Tagana Bantu Penanganan Gempa Cianjur

Para personel Tagana Kalsel saat diberangkatkan dari depan Kantor Dinas Sosial Kalsel di Kota Banjarmasin untuk membantu penanganan korban gempa di Cianjur Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). ANTARA/HO

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengirim Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu penanganan korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.

“Ada tujuh personel Tagana yang dikirim ke Cianjur,” ujar Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Kalsel H A Achmadi di Banjarmasin, Kamis 25 November 2022.

Menurut dia, pengiriman personel Tagana ke Cianjur ini atas instruksi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor untuk membantu penanganan korban gempa.

“Ini bentuk kepedulian gubernur atas musibah yang menimpa saudara kita di Cianjur,” katanya.

Menurut dia, gubernur memerintahkan agar para personel Tagana langsung bergabung untuk misi kemanusiaan di daerah tertimpa gempa.

BACA JUGA:   Haul ke-18 Guru Sekumpul di Musala Ar-Raudhah, Resmi Dibuka untuk Umum

Achmadi mengatakan, para personel yang diberangkatkan mempunyai spesialisasi seperti evakuasi, pembangunan tenda pengungsian.

“Mereka juga sigap dalam pengiriman logistik, mendirikan dapur umum, dan layanan dukungan psikososial,” ujarnya.

Para personel Tagana Kalsel ini, kata Achmadi, akan bertugas selama 10 hari di Cianjur.

Kemudian dilanjutkan dengan personel lainnya dengan membawa bantuan hasil dari donasi yang dibuka di Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

“Untuk tim kedua nanti ada 10 orang lagi yang akan diberangkatkan, bantuan dari hasil donasi akan dibawa oleh tim kedua,” ucapnya.

BACA JUGA:   Pemprov Kalsel Larang Penggunaan Drone saat Haul Guru Sekumpul

Sesuai amanah gubernur, kata dia, tim Tagana yang berangkat agar menjaga kesehatan demi kelancaran dalam bertugas.

Gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) siang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis, telah menyebabkan 272 orang meninggal.

Selain itu, gempa bumi juga menyebabkan lebih dari seribu orang terluka, puluhan ribu orang mengungsi, dan mengakibatkan kerusakan setidaknya 56.329 rumah, 31 sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan 13 gedung/perkantoran.

(ANTARA)