Frekuensi Penerbangan Terjadi Penurunan Melalui Bandara Sampit

PALANGKA RAYA-Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalimantan Tengah naik 6,02 persen, dari 631 kunjungan (Juni 2019) menjadi 669 (Juli 2019).

“Jumlah penumpang melalui transportasi laut turun 39,98 persen, dari 81.129 orang (Juni 2019) menjadi 49.508 orang (Juli 2019),” demikian dikatan BPS Kalimantan Tengah, mengutip laman situs kalteng.bps.go.id, Selasa (10/8/2019).

Menurut BPS Kalimantan Tengah, arus lalu lintas barang melalui laut naik 19,47 persen dari 1,13 juta ton (Juni 2019) menjadi 1,35 juta ton (Juli 2019).

BACA JUGA:   Inilah Komoditas yang Berdampak Akibat Perang Dagang AS - Tiongkok

Aktivitas penumpang kapal laut terkonsentrasi di Kumai (59,76 persen), sedangkan volume arus barang di Sampit (51,00 persen).

Frekuensi penerbangan naik 1,04 persen, dari 1.914 penerbangan (Juni 2019) menjadi 1.934 penerbangan (Juli 2019). “Penurunan frekuensi penerbangan terjadi di Bandara H. Asan (Sampit) sebanyak 62 penerbangan,” katanya.

Jumlah aktivitas penumpang melalui transportasi udara turun 1,44 persen, dari 156.464 orang (Juni 2019) menjadi 154.213 orang (Juli 2019).

BACA JUGA:   BI KPw Kalteng Gelar Diseminasi Hasil Laporan Perekonomian Periode Agustus 2019

Arus lalu lintas barang melalui udara juga turun 8,76 persen, dari 1.712 ton (Juni 2019) menjadi 1.562 ton (Juli 2019).

“Bandara Tjilik Riwut mendominasi layanan aktivitas penumpang (49,80 persen) dan volume arus barang (53,14 persen),” jelas BPS.

(gra/beritasampit.co.id)