Update 22 Agustus : Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kalteng Bertambah

IST/BERITA SAMPIT - Peta Penyebaran Covid-19 di Kalteng

PALANGKA RAYA – Perkembangan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah yang telah dinyatakan sembuh kembali menunjukkan perkembangan yang baik. Pada hari ini, jumlah pasien sembuh Covid-19 bertambah sebanyak 21 orang, sehingga pasien sembuh di Kalteng secara keseluruhan berjumlah 1.794 orang.

Demikian diungkapkan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng melalui juru bicara Tim Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Kalteng Rita Juliawaty pada Sabtu sore 22 Agustus 2020, bertempat di Gedung Smart Province, Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalteng, Palangka Raya.

“Sembuh, ada penambahan sebanyak 21 orang, yaitu di Palangka Raya 1 orang, di Kotawaringin Timur 1 orang, di Kapuas 2 orang, di Barito Selatan 6 orang, dan di Barito Timur 11 orang, sehingga dari semula 1.773 orang menjadi 1.794 orang,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

BACA JUGA:   Mahasiswa Kalteng Desak Pemerintah Batalkan Omnibus Law

Meskipun demikian, jumlah pasien konfirmasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah masih juga menunjukkan grafik peningkatan.

“Kasus konfirmasi (Covid-19), ada penambahan sebanyak 18 orang, yaitu di Palangka Raya 6 orang, di Katingan 1 orang, dan di Barsel (Barito Selatan) 11 orang, sehingga dari semula sebanyak 2.332 orang menjadi 2.350 orang,” imbuhnya.

Dijelaskan pula perkembangan data Covid-19 yang dihimpun secara akumulatif sebanyak 13 kabupaten dan 1 kota sudah terdampak, tetapi Kabupaten Sukamara sudah menjadi zona hijau karena tidak ada kasus. Selain itu, Kabupaten Lamandau sudah tidak ada kasus aktif, tetapi belum termasuk zona hijau.

BACA JUGA:   Resmi Daftar ke KPU, Ben Brahim Ajak Masyarakat Rayakan Pilkada dengan Gembira

Sedangkan Kasus Suspek, ada penambahan sebanyak 20 orang, sehingga dari semula 388 orang menjadi 408 orang. Kasus Probable, ada penambahan sebanyak 1 orang, sehingga dari semula 36 orang menjadi 37 orang. Dalam Perawatan, ada penurunan sebanyak 3 orang, sehingga dari semula 455 orang menjadi 452 orang. Kasus Meninggal Dunia, tidak ada penambahan, sehingga tetap 104 orang. Tingkat kematian (CFR) adalah sebesar 4,4 persen.

(Hardi/Beritasampit.co.id)