Cepat dan Lambatnya Pemutusan Rantai Penularan Covid-19 Tergantung Peran Masyarakat

IST/BERITA SAMPIT - Pelaksana Tugas Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail bin Yahya saat memasang stiker.

MUARA TEWEH – Pelaksanaan bakti kesehatan di Pasar Pendopo, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara ditinjau oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail bin Yahya. Kegiatan ini yaitu, rapid test massal dan pengobatan gratis bagi masyarakat lingkup Kabupaten Barito Utara, Kamis 1 September 2020.

Kegiatan yang merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Kalteng, Polda Kalteng, Korem 102/PJG, Kejati Kalteng, dan Binda Kalteng menyediakan alat rapid test sebanyak 800 buah dari Pemerintah Provinsi dan 1000 buah dari Pemerintah Kabupaten.

“Perkembangan kasus Covid-19 Kabupaten Barito Utara semakin hari semakin meningkat. Sampai dengan tanggal 30 September 2020 terdapat 289 kasus terkonfirmasi Covid-19 yang tersebar di 7 kecamatan dan 17 desa,” kata Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra.

Oleh sebab itu, dalam rangka deteksi dini dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Barito Utara, Gubernur Kalteng memberikan perhatian khusus kepada Barito Utara, sehingga pada hari ini dilaksanakan rapid test massal dengan target sebanyak-banyaknya untuk mengetahui sejauh mana penularan pandemi Covid-19 di Barito Utara.

BACA JUGA:   Sugianto Kukuhkan Tim Kampanye dan Relawan di Seruyan

“Untuk itu saya mengajak semua warga Muara Teweh agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Kesehatan. Dalam situasi seperti ini kita semua harus bergotong royong untuk memerangi wabah virus tersebut, karena kita semua berperan untuk mencegah penyebarannya. Pemerintah hanya bisa memberikan imbauan kepada kita semua dan selebihnya kita masing-masing yang harus berupaya menghentikan dan menyadari bahwa virus ini memang berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya mengungkapkan, bahwa Pemerintah telah melakukan upaya dengan memperluas Rumah Sakit perawatan pasien Covid-19 dengan membangun 50 kamar perawatan.

“Kita harapkan pelaksanaan bakti kesehatan rapid test ini dapat berjalan dengan lancar, agar angka penyebaran Covid-19 di Barito Utara dapat ditekan, dan bila dalam pelaksanaan ditemukan hasil reaktif untuk beberapa orang akan dilakukan karantina mandiri dirumah selama 14 hari dan bila kemudian bergejala sebelum 14 hari dilakukan pemeriksaan lanjutan swab. Apabila hasil swab positif dilakukan isolasi di RSUD Muara Teweh,” kata Habib Ismail.

BACA JUGA:   Ekonomi Kalteng Triwulan III-2020 Mengalami Kontraksi Sebesar 3,12 Persen

Selain itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, masyarakat diimbau dan diingatkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

“Cepat lambatnya pemutusan mata rantai penularan Covid-19 sangat tergantung peran serta dari masyarakat,” pungkas Habib Ismail.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan 5000 masker kain dan 1000 masker medis dari Pemprov dan Forkopimda Kalteng untuk masyarakat di Barito Utara.

Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Wakil Bupati Barito Utara beserta Pejabat di Lingkungan Kabupaten Barito Utara. (Hardi/beritasampit.co.id).