Waduh! Kasus Covid-19 di Kotim Kembali Melonjak

ST/BERITA SAMPIT - Dandim 1015 Sampit, Letkol Czi Akhmad Safari

SAMPIT – Bagi masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim), setidaknya lebih waspada dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pasalnya hingga memasuki minggu pertama di bulan Mei 2021 ini, kasus penderita yang terpapar Covid-19 mulai kembali mengalami lonjakan yang mencapai 388 orang.

Dandim 1015 Sampit, Letkol Czi Akhmad Safari, mengajak masyarakat lebih peduli dan bekerjasama membantu menekan angka tingginya masyarakat Kotim terpapar Covid-19.

Bagaimana pun, peran Pemkab, TNI maupun Polri tidak akan bisa melakukan pencegahan secara maksimal, tanpa adanya peran serta masyarakat yang turut membantu mencegah penyebaran virus tersebut.

Berdasarkan catatan yang sementara di terima Kodim 1015 Sampit, pada tanggal 6 mei tahun 2021 sudah sebanyak 388 orang yang terpapar, sedikit turun jika dibandingkan dari bulan Desember 2020 lalu, yang mana jumlah warga yang terpapar sebanyak 397.

BACA JUGA:   Forkopimcam Bukit Santuai Gotong Royong Bersihkan Jalan

“Januari 2021 turun 220 , Februari turun 134, Maret mulai naik lagi 249, April sampai awal Mei ini 388, dan ini hampir sama jumlahnya di Desember 2020, yang mana memasuki hari besar Natal dan libur tahun baru,” Kata Akhmad, Jumat 7 Mei 2021.

“Disini kita menghadapi lebaran dan mudik pulang kampung, dan peningkatan khusus di bulan mei di minggu pertama terpapar sebanyak 119 orang, perkiraan saya akhir Mei bisa mencapai 470 orang, lebih tinggi dibandingkan Desember 2020,” lanjutnya

Dandim menambahkan, kasus lonjakan covid-19 di negara India, harus menjadi pelajaran dan perhatian serius bagi masyarakat indonesia.

Bagaimana masyarakat serta pemerintah di negara itu sangat kewalahan dengan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan akibat terpapar virus mematikan itu.

BACA JUGA:   Nyambi Jual Sabu, Seorang Pedagang di Baamang Ditangkap

“Salah satu masuk negara yang gagal menangani covid 19 di asia adalah India, jika tidak cepat di tolong akan jadi negara terpuruk bahka bisa musnah. Bayangkan pohon-pohon dalam kota ditebang untuk mengkremasi mayat, dan ini menjadi tekanan dari Pemerintah disana,” paparnya

Untuk Kalimantan Tengah, Kotim menjadi salah satu Kabupaten nomor dua tertinggi kasus covid-19 setelah Ibukota Palangka Raya.

“Ini yang menjadi kekhawatiran kita, apa lagi kembali muncul klaster perkantoran, kita tidak ingin ada klaster-klaster lainnya,” ucapnya.

Untuk mencegah penyebaran covid, kesadaran masyarakat sangat penting dalam mendisiplinkan diri menerapkan hidup sehat dengan tidak lengah menerapkan prokes, dengan tetap mengedepankan kebersihan seperti Mensuci Tangan, Menjaga Jarak, Menggunakan Masker dan yang terakhir menghindari kerumunan.

(Cha/beritasampit.co.id)