Cegah Virus Varian Baru, Dewan Minta Pemkab Cepat Ambil Tindakan

Foto : Ilustrasi Kang Maman

PANGKALAN BUN – Varian baru Covid-19 B1617 terdeteksi masuk ke Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah Laboratorium Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, 8 Mei 2021 lalu melakukan pemeriksaan 3 sampel, yang hasilnya dinyatakan positif sebagai Varian Baru.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr Suyuti Syamsul Provinsi Kalteng mengatakan hasil pemeriksaan B1617 SARS Covid-19 yang ternyata positif tersebut, berasal dari sampel yang dikirim ke pusat pada 27 Maret 2021.

“Sampel yang dikirim ke pusat bukan hanya di Palangka Raya, tapi juga pada 8 Mei 2021, mengirimkan 6 sampel. Masing-masi dari Kabupaten Kapuas 4 sampel, Kabupaten Kotim 1 sampel dan Kabupaten Kobar 1 sampel,” kata Suyuti.

Dengan munculnya informasi Varian Baru Covid-19 sudah terdeteksi di Palangka Raya, mendapat perhatian yang cukup serius dari kalangan Anggota DPRD Kabupaten Kobar.

BACA JUGA:   Dandim 1014 Pangkalan Bun Dampingi Tracing dan Swab

“Saya meminta Pemkab Kobar segera mempersiapkan skenario terburuk untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19, yang diduga berasal dari India” kata Anggota DPRD dr.Erry Eryabsyah dari Fraksi Partai Golkar, Minggu,16 Mei 2021.

Politisi Golkar ini juga mengimbau kepada masyarakat jangan panik dengan munculnya varian baru virus corona, yang memiliki tingkat penularannya lebih cepat dibandingkan dengan virus corona sebelumnya.

“Masyarakat jangan panik, karena senjatanya untuk menangkis Covid-19 atau varian baru, sederhana saja yakni dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan, yang paling utama selalu pakai masker, cuci tangan dan menghindari kerumunan,” ujar dr Erry.

BACA JUGA:   Babinsa Riam Durian Tenangkan Guru Takut Disuntik Vaksin

dr Erry juga sangat mendukung kebijakan Gubernur Kalteng dengan meminta semua kabupaten lebih ekstra ketat dan waspada terhadap varian baru Covid-19.

“Kepada Tim Satgas Covid-19 Kobar harus lebih tegas lagi dalam memberikan informasi dan memberikan masukan kepada warga, agar mereka benar-benar menyadari arti pentingnya hidup sehat. Karena sehat itu bukan hanya makan obat saja atau disuntik, tapi juga harus bisa menjaga diri dari lingkungan, apa lagi virus corona bisa menular dari manusia ke manusia,” tegasnya.

(man/beritasampit.co.id).