Peserta Didik SMP Negeri 1 Cempaga Vaksinasi Pfizer Tahap Pertama

TEGANG : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Peserta didik SMP Negeri 1 Cempaga terlihat tegang ketika disuntik vaksin Pfizer tahap pertama. Suntik vaksin itu diadakan di ruang kelas sekolah setempat.

SAMPIT – Sebanyak 441 peserta didik kelas VII, VIII dan IX SMP Negeri 1 Cempaga, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tegah (Kalteng), terdaftar untuk menerima vaksin Pfizer 0,3 tahap pertama. Kegiatan dipusatkan di halaman sekolah setempat.

Terlaksananya pemberian vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara SMP Negeri 1 Cempaga, Puskesmas Cempaka Mulia, dan Badan Intelijen Nasional (BIN) Kalteng.

Kepala SMP Negeri 1 Cempaga La Fahudi mengatakan, tujuan pemberian vaksinasi secara massal ini untuk meningkatkan kekebalan imun tubuh terhadap serangan Covid-19.

“Vaksin yang diberikan adalah vaksin Pfizer tahap pertama yang diperuntukan kalangan pelajar. Namun, pemberian vaksin ini tidak hanya untuk peserta didik kami bahkan terbuka untuk umum,” ujar Fahudi kepada wartawan media siber beritasampit.co.id saat ditemui diruang kerjanya, Senin 6 Desember 2021.

BACA JUGA:   Kades Sorot Jalan Kabupaten di Kota Besi Hilir Rusak Parah

Berdasarkan data dari tenaga kesehatan Puskesmas Cempaka Mulia, jumlah peserta didik SMP Negeri 1 Cempaga yang telah divaksin sebanyak 385 orang dan 1 orang dari SMP lain. Sedangkan target sekitar 1000 orang untuk kalangan pelajar dan umum.

“Yang tidak divaksin itu dikarenakan adanya riwayat masalah kesehatan dan ada juga siswa dan siswi kami yang sudah ikut vaksin di luar dari SMP Negeri 1 Cempaga,” tegasnya.

Fahudi menjelaskan, sebelum dilaksanakan pemberian vaksin Pfizer, pihak sekolah sudah melayangkan surat pernyataan yang ditujukan kepada orang tua wali siswa, apakah setuju atau tidak anaknya divaksin.

BACA JUGA:   Jalan Poros Wilayah Utara Kotim Licin dan Rusak Parah

“Hasilnya, ada 441 orang yang kami daftarkan. Terkait ada beberapa peserta didik kami yang tidak divaksin, karena sebelum divaksin dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, layak atau tidak divaksin,” katanya.

Berkat kerja sama semua pihak termasuk guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Cempaga, pelaksanaan pemberian vaksinasi Pfizer berjalan sukses, aman dan Lancar.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua phak atas kerjasamanya sehingga, pelaksanaan kegiatan ini berjalan tanpa kendala walaupun persiapan sarana dan prasarana sangat terbatas,” tandasnya.

Peserta didik SMP Negeri 1 Cempaga, tambah Fahudi, sangat mengharapkan adanya pemberian vaksinasi Pfizer tahap kedua, setidaknya kegiatan itu dilaksanakan Januari 2022 mendatang. (ifin/beritasampit.co.id).